Intiland Expo 2017 Tawarkan Diskon dan Keringanan Uang Muka

Manajemen PT Intiland Development saat mengunjungi Intiland Expo 2017 (kiri-kanan) Hendro Gondokusumo (CEO dan Presiden Direktur), Susan Pranata (Direktur Pemasaran), dan Archied Noto Pradono (Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi)

Tahun ini, seiring banyaknya proyek baru yang sedang dikembangkan, PT Intiland Development Tbk (DILD) kian agresif mengikuti dan menggelar expo properti untuk memperkenal dan memasarkan proyek barunya. Saat ini misalnya Intiland sedang menggelar pameran properti terpadu Intiland Expo 2017 secara serempak (12-15 Oktober 2017) di Mal Atrium Senayan City, Jakarta dan Surabaya.

Menurut Susan Pranata Direktur Pemasaran Korporat Intiland tujuan Intiland Expo ’17 untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan produk- produk properti terbaik dari Intiland, khususnya yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya. Karena dalam expo ini Intiland menghadirkan beragam pilihan produk properti seperti kondominium, perumahan, perkantoran, ritel, maupun pergudangan yang berada di lokasi- lokasi strategis.

Dengan mengusung tema “Connected” atau keterhubungan, tema ini menegaskan keunggulan lokasi dari proyek-proyek Intiland di Jakarta dan sekitarnya yang saling terhubung dan dilengkapi akses transportasi publik terpadu ke pusat-pusat keramaian, bisnis, dan komersial. “Lokasi strategis, kemudahan akses transportasi, dan kualitas produk yang baik menjadi poin utama bagi masyarakat untuk mendapatkan produk properti,” kata Susan.

Dengan membidik segmen menengah atas, Intiland Expo ’17 menghadirkan 11 proyek unggulan. Untuk proyek baru diwakili oleh pengembangan terpadu Fifty Seven Promenade yang baru saja diluncurkan dan mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan terhadap rumah tapak, perseroan menghadirkan proyek kawasan perumahan Serenia Hills di Lebak Bulus Jakarta Selatan, 1Park Homes yang berlokasi di Kebayoran, Griya Semanan di Jakarta Barat, Magnolia Residence dan Talaga Bestari yang berlokasi di Tangerang.

Sedangkan untuk kebutuhan produk apartemen akan diwakili oleh proyek 1Park Avenue dan The Hamilton yang belokasi di Jakarta Selatan serta Aeropolis di Cengkareng, Tangerang. Proyek Aeropolis juga akan menghadirkan produk-produk terbaru seperti pergudangan. Kawasan perkantoran terpadu South Quarter juga akan hadir dengan menawarkan produk perkantoran serta rencana pengembangan tahap kedua.

Susan Pranata menambahkan, proyek-proyek tersebut dilengkapi dan memiliki akses mudah ke jaringan infrastruktur dan transportasi publik terpadu seperti mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), kereta, jalur bus TransJakarta, dan jalan tol.

Intiland akan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi konsumen dalam mencapai pusat kegiatan dan komunitas sehari-hari. Pembangunan infrastruktur menjadi stimulus dan mendorong pertumbuhan dan kemajuan sebuah kawasan.

Selain menyajikan produk yang berkualitas Intiland juga menyiapkan beragam program promo spesial dan menggandeng tiga bank (Bank BCA, Bank Permata, dan Bank Panin), dimana program ini tentunya akan menguntungkan para pembeli.

Program promo spesial tersebut antara lain adalah diskon hingga 25 persen untuk pembelian properti secara tunai keras (hard cash), dan pembayaran uang muka ringan mulai dari 15 persen. Sepanjang pameran ini juga tersedia promo bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tetap selama tiga tahun mulai dari 4,75 persen yang merupakan kerjasama dengan beberapa bank terkemuka.

Intiland Expo 2017 ini selain untuk memperkenalkan produk-produk terbaru yang dikembangkan Intiland, tentunya diharapkan untuk meningkatkan penjualan. " Target penjualan tahun ini sekitar Rp 2,3 triliun sudah terlampui, mengingat hingga Oktober penjualannya telah mencapai Rp 2,7 triliun. Dari Intiland Expo di Jakarta, kami menargetkan penjualan Rp 120 miliar," kata Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland.

Susan mengakui beberapa tahun terakhir, pasar properti nasional menghadapi tantangan cukup berat. Tren penjualan properti mengalami penurunan cukup signifikan hampir di semua segmen produk dan pasar. Namun demikian, ia percaya bahwa daya beli masyarakat masih ada, hanya cenderung mengambil sikap menunggu atau wait and see. Dengan penyelenggaraan kegiatan Intiland Expo’17 ini, diharapkan dapat mendorong keyakinan dan kepercayaan masyarakat terhadap prospek pasar properti.

Apalagi dengan diluncurkannya sejumlah kebijakan pemerintah yang bersifat pro pasar, antara lain, mengenai perpajakan, kepemilikan properti bagi warga asing, stabilitas suku bunga, keringanan loan to value (LTV) untuk pembelian properti dan iklim investasi yang kondusif.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)