Investasi Properti Tetap Jadi Primadona di Tengah Pemulihan Ekonomi

Upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemi membuahkan hasil. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati bahwa  tingkat pengangguran sebelumnya di kisaran level 6%. Namun, setelah pandemi Covid-19 melanda, tingkat pengangguran jadi 7%.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi tekanan tersebut. Hasilnya, pengangguran saat ini turun jadi sekitar 6,7%. "Sekarang, kita ciptakan 2,67 juta kesempatan baru, dalam hal ini pengangguran berkurang lagi," ujar Sri Mulyani dalam suatu kesempatan diskusi Indonesia Economic Outlook 2022.

Akan tetapi, tak bisa dimungkiri masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan. Terlebih, ekonomi belum sepenuhnya pulih, terutama untuk masyarakat menengah bawah. Di sisi lain, harga komoditas sedang tinggi. Ini membuka peluang bagi pemerintah untuk memanfaatkan kenaikan tersebut dengan berbagai stimulus seperti bantuan desa dan membuka kesempatan kerja yang lebih besar.

Pertumbuhan ekonomi di 2022 tetap akan bergantung pada keberhasilan pengendalian pandemi yang didukung kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, menjalankan vaksinasi, dan membatasi kerumunan, kemudian respons kebijakan ekonomi yang tepat dari sisi fiskal dan moneter serta penciptaan lapangan kerja dan kesiapan bertransformasi.

Kenaikan grafik ekonomi ini secara langsung juga menaikkan kembali minat untuk  berinvestasi. Pada situasi ini, emas dan properti tetap menjadi 2 primadona yang paling banyak diminati karena nilainya yang tetap naik mengikuti inflasi. Bahkan, harga emas selama pandemi cukup naik drastis menembus angka Rp 1 juta per gram.

Untuk investasi jangka panjang, properti dinilai lebih ideal dibanding emas. Selain harganya yang cepat meningkat, investasi properti merupakan cara terbaik untuk menghasilkan pendapatan bulanan dengan cara menawarkan sewa. Sementara, emas lebih fleksibel untuk dijadikan investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, perlu menunggu bertahun-tahun saat berinvestasi  logam mulia tersebut.

Momentum ini juga dimanfaatkan oleh pengembang Skandinavia Apartment, pembangunan dan kegiatan yang sempat melambat selama pandemi kini dilanjutkan dengan lebih gencar. “Fasilitas-fasilitas yang kiranya dapat melengkapi hunian dan kawasan kini kami tambahkan. Hal ini juga menitikberatkan pada kepentingan penghuni dan calon konsumen yang memerlukan peningkatan kualitas produk yang semakin baik,” ungkap Hene Putro, GM Marketing Skandinavia pada open house pekan ini.

Hene menjelaskan, pembangunan kawasan tidak hanya dititikberatkan pada area komersial, namun justru pada fasilitas yang mendukung kenyamanan hunian. Fasilitas baru yang dikembangkan PT Pancakarya Griyatama selaku pengembang Skandinavia Apartment adalah Umami Eats, yakni food court dengan konsep semi-outdoor dan dilengkapi interior ala Jepang.

“Kota Tangerang yang merupakan gerbang utama ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, sering kali menjadi tempat persinggahan para pedagang serta pelaku bisnis khususnya yang tertarik pada kuliner. Bisnis kuliner menjadi salah satu dari tiga subsektor terbesar di ekonomi kreatif dan merupakan sektor yang inklusif. Artinya, sektor kuliner terbuka bagi siapa saja yang berminat. Melihat tingginya antusiasme terhadap kuliner yang setiap harinya selalu bertambah ini, maka kami merasa perlu meningkatkan pilihan ragam kuliner yang terletak di dalam kawasan,” tambah Hene.

Food court yang mengangkat tema Negeri Sakura pada interiornya yang modern dan Instagramable ini terletak di Tivoli Garden, persisnya di seberang lobby Fika Rooms. Nama Umami berasal  dari dua kata yaitu Umai yang berarti enak dan Mi artinya rasa. Istilah rasa sedap atau rasa enak di Jepang di sebut dengan nama Umami. Arti inilah yang ingin di adopsi baik dari ragam tenant hingga visualisasi interior yang ditampilkan di Umami Eats mulai dari seating area, dekorasi lampion, pencahayaan, hingga mural. 

Umami Eats dilengkapi banyak pilihan tenant, dengan Teras Japan yang memiliki menu yakiniku, bbq dan ramen sebagai achor tenant. Selain itu Pizza Head, Laksatiam,  Kwetiau Aho, Geprek Gaskeun dan Mollis Souffle Pancake hingga Koohii Corner Coffee & Ice Cream juga ada.

“Kami berharap kehadiran  fasilitas Umami Eats bisa menjadi daya tarik pembeli unit Apartemen Skandinavia yang kini tinggal 220 an unit dari total 1.65 unit. Sementara layanan Fika Rooms saat ini sudah mencapai 100 unit,” jelas Hene dengan optimistis tahun ini semua unit akan diserap pasar.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)