Kembangkan JKT Living Star, PT Sindeli Propertindo Abadi Benamkan Investasi US$ 150 juta

General Manager PT Indo Metallurgical Construction of MCC Overseas, Cao Xiaowei (Keempat Kiri), Chief Financial Officer MCC Land Singapore, Zhang Jian (Kelima Kiri), CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei (Kelima Kanan), dan COO PT Sindeli Propertindo Abadi, Xiao Jia Ping (Kedua Kanan) saat melakukan ground breaking phase pertama proyek JKT Living Star.

Kawasan lapangan tembak, Jakarta Timur diam-diam menjadi incaran investor asing. Melalui PT Sindeli Propertindo Abadi -anak usaha Beijing Wuzhou Group- rencananya akan memulai tahapan pembangunan proyek perdananya yaitu superblok JKT Living Star di jalan Raya Lapangan Tembak nomor 10, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Hal ini ditandai dengan menggelar prosesi groundbreaking phase pertama proyek superblok JKT Living Star yang dihadiri Wu Wei CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Zhang Jian, Chief Financial Officer MCC Land Singapore dan Cao Xiaowei, General Manager PT Indo Metallurgical Construction of MCC Overseas.

Selain menggelar prosesi groundbreaking, juga dilakukan signing ceremony of joint operation antara PT Sindeli Propertindo Abadi dan MCC Land (Singapore) Pte Ltd. serta China Jingye Engineering Corporation Limited (Indonesia Branch) dan PT Indo Metallurgical Construction of MCC Overseas sebagai kontraktor utama proyek JKT Living Star.

Menurut Wu Wei CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, setelah melakukan groundbreaking dan signing ceremony joint operation, nantinya JKT Living Star akan dioperasikan bersama oleh MCC Land Singapore dan PT Sindeli Propertindo Abadi melalui kerjasama mega merger.

Wu optimis jika proyek ini akan dibangun sarat kualitas karena MCC Land Singapore akan mengaplikasikan sistem manajemen canggih dalam seluruh proses pengembangan proyek dan bersinergi dengan menggabungkan berbagai pengalaman mereka bersama mitra lokal untuk membangun proyek berkualitas tinggi. "Proyek JKT LIving Star merupakan proyek properti di Indonesia bagi MCC Group," kata Wu.

Rencananya, JKT Living Star dikembangkan di atas total lahan seluas 4,8 hektar. Proyek dengan total investasi sebesar tersebut nantinya akan terdiri dari 6 tower apartemen setinggi 28 lantai yang merangkum 3,648 unit apartemen, kawasan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Masing-masing tower menawarkan 3 tipe kamar, mulai dari studio, 2 kamar tidur A dan 2 kamar tidur B. Sementara harga yang ditawarkan mulai dari Rp260 juta.

Secara lokasi, proyek JKT Living Star, memiliki posisi yang sangat strategis, karena dapat diakses melalui Tol Lingkar Luar, Tol Cijago dan jalan Lapangan Tembak. Sementara jalur horizontal, dapat diakses melalui Tol Jagorawi, jalan Raya Bogor dan jalan Raya Depok.

JKT Living Star membidik segmen milineal dan masyarakat kelas menengah ini mengusung konsep green environment yang mengedepankan keharmonisan antara manusia dan alam.

Konsep hijau tersebut diimplementasikan dengan mengalokasikan lahan sebesar 65% untuk kawasan hijau atau seluas 3,5 ha, 5 taman besar serta 1 taman riverfront yang membuat penghuni merasakan tinggal dengan suasana yang dikelilingi taman.

Nantinya, semua fasilitas kehidupan urban dipadukan secara organik dengan 4 zona di sekitar kawasan hunian, yaitu Art Commercial Pedestrian Street, Living Space, Eco-Park, dan Breathing Apartment.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)