KSK Land Kembangkan 8 Conlay sebagai Branded Residence

KSK Group Berhad memperkuat kehadirannya di pasar properti kawasan ASEAN dengan mengembangkan proyek mixed-use property yaitu 8 Conlay di Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek apartemen, hotel dan komersial yang dikerjakan oleh KSK Land ini merupakan branded serviced residence dengan manajemen dan pelayanan dari Kempinski.

Proyek 8 Conlay menghadirkan dua tower apartemen yaitu YOO8 serviced by Kempinski dan satu tower berupa luxury hotel & hotel residences Kempinski. Desain interior dan furnitur yang fully furnished dirancang oleh Steve Leung & YOO dengan filosofi menciptakan ruang kehidupan melalui desain. Groundbreaking 8 Conlay telah dilakukan pada awal 2016, dan dijadwalkan akan selesai pada 2020 dengan target Gross Development Value (GDV) sebesar Rp 17 triliun.

Menggunakan brand Kempinski sebagai alat identifikasi berperan penting dalam persaingan pasar properti sehingga membantu menciptakan prestise dan eksklusivitas. Transfer pengetahuan dari pengalaman perhotelan ke pengembangan apartemen melibatkan integrasi layanan hotel dan fasilitas dengan tujuan menggabungkan tidak hanya kemewahan dan prestise tapi juga keamanan dan privasi. Menurut hasil riset Knight Frank, tren branded residence di Malaysia dapat memberikan nilai tambah dalam berinvestasi dimana capital appreciation mencapai hingga 30%.

Chief Executive Officer KSK Group Berhad dan Managing Director KSK Land, Joanne Kua Ying Fei, mengungkapkan bahwa pengembangan branded residence 8 Conlay dilengkapi dengan lebih banyak layanan dan fasilitas serta memiliki perhatian lebih terhadap desain dan arsitektur. “Kami berkolaborasi dengan arsitek, desainer interior dan perancang lanskap terbaik untuk membuat 8 Conlay sebagai added values untuk pembeli dan investor,” kata Joanne saat ditemui di kantor pemasaran 8 Conlay, Kuala Lumpur.

Dua tower apartemen YOO8 serviced by Kempinski ini akan menawarkan fasilitas personalized services bintang lima dari Kempinski seperti concierge, housekeeping 24 jam dan koki pribadi, laundry, limosin dan persiapan kedatangan.

Proyek ini ditargetkan masing-masing 50 persen untuk pasar domestik Malaysia dan pasar internasional. “Saat ini penjualan apartemen tower A sebanyak 564 unit telah mencapai 70 persen dan ditargetkan seluruh unit tower A akan laku terjual pada Juni 2017,” ungkap wanita berkewarganegaraan Malaysia tersebut.

Pembeli asing akan mendapatkan sertifikat hak milik tanpa batasan waktu kepemilikan. Adapun pasar internasional yang ditargetkan terutama adalah negera seperti China, Taiwan, Hongkong, Singapura dan Indonesia. “Pembeli asal Indonesia saat ini baru sebanyak 1 persen dan kami menargetkan dapat mencapai 5 persen dari seluruh penghuni,” tambah Joanne. Strageti pemasaran KSK Land untuk menggarap pasar Indonesia adalah dengan menyelenggarakan lifestyle event yang berkolaborasi dengan luxury brand seperti Montblanc dan Ferrari.

Berlokasi di Jalan Conlay di central business district (CBD) Kuala Lumpur dengan lahan seluas 1,6 hektar, unit apartemen mewah 8 Conlay masing-masing Tower A sebanyak 564 unit dan Tower B sebanyak 498 unit ditawarkan tiga tipe dengan kisaran harga Rp 99 juta per m2 atau total Rp 6,5 miliar hingga Rp 15 miliar. Sementara tower ketiga yakni Hotel Kempinski tersedia 260 unit dan longstay hotel suites sebanyak 300 unit.

Pada kesempatan yang sama Michael Henssler, Managing Director Key International Hotels Management Co., Ltd. Kempinski S.A-China menyampaikan bahwa proyek KSK Land, 8 Conlay memperluas kehadiran grup Kempinski di Malaysia. Kempinski memposisikan keunikan dan speciality dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan sehingga tidak hanya tumbuh dalam kuantitas tetapi juga kualitas. “Kempinski akan menyediakan layanan sehari-hari layaknya hotel bintang lima kepada penghuni apartemen,“ ujar Henssler.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)