Oyo Gaet 37 Ribu Pemesan dalam 4 Bulan

Bayu Seto, Region Head Java, OYO Hotels & Homes, Indonesia

Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang didorong pemerintah untuk bertumbuh. Tak ayal, penyedia hotel turut merasakan dampaknya. Salah satunya Oyo Hotels & Homes. Sejak resmi beroperasi di Yogyakarta pada Januari 2019, jumlah pemesan kamar Oyo pada Q1 2019 mencapai 37.433 pesanan, setara dengan satu pesanan per 4,5 menit.

Sebagai salah satu kota tujuan destinasi wisata favorit di Pulau Jawa, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang paling sering dipesan di Indonesia, selain Jakarta,Bandung, dan Surabaya berdasarkan data  Indeks Pemesanan Perjalanan Oyo.

Pada awal peluncuran, Oyo mengoperasikan 15 hotel dengan 40 Oyopreneurs (sebutan untuk pegawai Oyo). Dalam kurun waktu 4 bulan, kini Oyo telah mengembangkan jalinan kemitraannya dengan lebih dari 67 hotel dan 1.000 kamar.

Bayu Seto, Region Head Java Oyo Hotels & Homes Indonesia, mengatakan, memahami dinamika dan kultur masyarakat lokal menjadi sangat penting untuk memastikan layanan. "Kami memiliki tim lokal di Yogyakarta yang membuat kami semakin yakin dalam memahami pasar Yogyakarta, mengidentifikasi masalah yang perlu dipecahkan, dan menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikannya," ujarnya.

Selain kekuatan Oyo dalam mengembangkan talenta lokal, ada dua pilar lain yang turut mendorong pertumbuhan pesat di Yogyakarta, yaitu kredibilitas yang telah terbukti dalam memastikan kepuasan tamu dan pemilik aset. Juga, komitmen untuk berinvestasi terhadap perbaikan infrastruktur. Oyo telah berinvestasi sebesar US$100 juta khusus di pasar Indonesia.

Oyo memiliki sistem manajemen hotel yang canggih, dengan memanfaatkan operasional, kemampuan onboarding dan transformasi sambil meningkatkan kualitas pengalaman menginap tamu dan tingkat okupansi kamar melalui penggunaan inovasi teknologi.

Hal ini memungkinkan Oyo untuk memastikan pengalaman tamu berkualitas tinggi, dan pada saat yang sama meningkatkan pendapatan untuk para pemilik aset dengan mempertahankan tingkat penghunian kamar di angka 75%, yang seringkali menjadi tantangan bagi hotel berskala kecil.

Terrkait perkembangan bisnis selama Ramadan dan menjelang Lebaran, Bayu mengatakan, pihaknya optimistis pemesanan akan naik signifikan. Apalagi adanya tradisi mudik yang banyak dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara sekaligus berlibur.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)