Penjualan 1.065 Unit Apartemen Skandinavia Akan Habis Juni 2020

Hingga pengujung April 2019, unit-unit Apartemen Skandinavia sudah terjual 79% dari total 1.065 unit. “Sianya, kami targetkan semua unit akan habis diserap pasar pada Juni 2020. Sementara unit yang sudah kami serah terima berjumlah 200 unit,” ujar Hene Putro, General Manager Apartemen Skandinavia pada Open House di Marketing Office, Tangcity Superblock (27/4/2019). Sejauh ini sistem pembayaran banyak dilakukan dengan cash keras dan KPA bank.

Sementara itu, sistem pengelolaan unit secara Fika Rooms yang ditawarkan 300 unit, sudah terisi 180 unit diminati pemilik apartemen. Keuntungan ganda ditawarkan bagi pemilik unit yang mengikuti sistem Fika Rooms, yakni capital gains dari kenaikan harga unit apartemen dan fee sewa unit.

Hene mencontohkan, di Apartemen Skandinavia, tipe satu kamar seluas 36 meter2 pada Agustus 2017 dipasarkan seharga Rp700 juta, tapi dua tahun kemudian, yaitu saat ini, April 2019 harganya sudah melonjak Rp900 jutaan. Sementara itu, jika disewakan lagi laku Rp5 juta per bulan. Contoh lain, untuk tipe 2 kamar seluas 44 meter2, saat ini harganya Rp1,1 miliar dan harga sewa Fika Rooms Rp7 jutaan per bulan.

“Fika Rooms nantinya akan menaungi semua konsumen pemilik unit apartemen yang mau disewakan di Skandinavia. Pengelolaan oleh manajemen profesional layaknya hotel bintang empat, sehingga akan menghasilkan return sekitar 7 – 8 % setiap tahunnya,” jelas Hene.

Keberhasilan penjualan unit Apartemen Skandinavia ini diprediksikan hene akan terus berlanjut. Pasalnya, Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan serentak (17/4/2019) lalu disambut dengan suka cita oleh warga negara Indonesia yang ada di dalam maupun luar negeri. Euforia ini berimbas baik bagi perekonomian Indonesia pasca pemilu. Alhasil, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia cerah. Indikasi ini tercermin dari studi yang dilakukan oleh Morgan Stanley pada 17 April 2019 bahwa Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 5,30%, lebih tinggi dari tahun 2018 sebesar 5,17%.

Morgan Stanley juga memperkirakan bahwa Indonesia dapat melawan arus global (perlambatan ekonomi) pada 2019. Ini menjadi angin segar bagi sektor usaha, baik bidang infrastruktur maupun properti.

Dengan kombinasi pelonggaran kondisi keuangan global dan kondisi makro nasional memungkinkan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan yang berimbas pada cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Bila suku bunga acuan turun, perbankan juga secara perlahan akan menurunkan suku bunga kredit. “Hal ini tentunya akan menjadi pencerahan bagi mereka para non-investor yang masih dalam tahap ‘meninjau’ kestabilan ekonomi untuk memutuskan berinvestasi dalam properti,” kata Hene.

Menurut Hene, fokus negara terhadap bantuan sosial dan pada infrastruktur juga akan menghasilkan efek ganda yang lebih besar dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. ”Tangerang sebagai Kota mandiri terus memperlihatkan pertumbuhan, khususnya di sektor infrastruktur. Jalur-jalur utama semakin baik, ditambah dengan pembangunan tol yang tak henti, ini juga berimbas langsung pada internal selling kami. Masyarakat kerap bergabung dengan Skandinavia, sehingga setiap bulan penjualan mencapai 17 – 20 unit dan semakin banyak yang pula bergabung untuk investasi jangka panjang unitnya pada Fika Rooms,” tambahnya.

” Fika Room yang nantinya akan menaungi semua konsumen pemilik unit apartemen yang mau disewakan di Skandinavia. Pengelolaan oleh manajemen profesional bintang empat yang nantinya akan menghasilkan return sekitar 7 – 8 % setiap tahunnya,” jelas Hene.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)