Penjualan Urban Heights Residences 60% Jelang Topping-off

Di tengah derasnya penawaran produk apartemen di kawasan Jabodetabek, ternyata masih banyak pengembang yang tidak memenuhi janji sesuai dengan target realisasi pembangunannya. Inilah yang menjadikan konsumen saat ini lebih bersikap selektif.

Iwan Risdianto, konsultan pemasaran properti dari Coldwell Banker Property Connection, menegaskan, suplai apartemen sudah cukup banyak. Namun, konsumen harus cerdas memilih proyek apartemen yang akan dipilih. Contohn,a banyak apartemen yang gencar dipasarkan, akhirnya harus mundur karena progres pembangunannya terlambat dari yang sudah direncanakan.

Menurut Iwan, topping off menjadi salah satu bukti pengembang mampu menunjukkan komitmennya, tidak sebatas gencar dalam pemasaran tapi juga pembangunannya. Pengembang dari PT Graha Investama Bersama (GIB) ini, telah membuktikan pembangunan Urban Heights Residences (UHR) berjalan secara cepat. Terbukti hanya dalam waktu sekitar satu tahun masa pembangunan, maka di akhir bulan November ini, akan segera memasuki tahapan topping off.

Pengerjaan apartemen dua tower ini terus dikebut untuk mengejar target serah terima kunci apartemen kepada pembelinya, di akhir tahun 2018. "Jajaran direksi telah berkomitmen menjalankan kepercayaan para konsumen yang membeli hunian di Urban Heights Residences, yakni dengan mencanangkan serah terima unit mulai akhir tahun 2018,” jelas Hanifa Cokrodihardj, Presiden Direktur PT GIB Land.

Menurutnya, sejalan dengan filosofi GIB Land, pembangunan proyek apartemen ini mengusung konsep utama “The Evolution of Urban Living,” yang pada dasarnya, mangangkat tema, kehidupan manusia itu selalu berada di dalam kebersamaan dan berada bersama keluarga dan kerabat tercinta (love), berupaya menciptakan keserasian dalam hidup (live in harmony), sehingga untuk itu, masing-masing individu perlu berupaya menciptakan kebahagiaan, sehingga dapat tertawa dalam kebebersamaan (laugh).

Sebagai produk hunian yang menyasar kaum urban, UHR terus berkomitmen memunculkan gagasan mengevolusi kaum urban. Selain mengembangkan sebuah manifestasi inovasi berupa Urbanword, sebuah aplikasi yang membangun harmonisasi kehidupan dinamis antara penghuni UHR dengan para pelaku usaha yang berada di luar aparemen, UHR juga akan menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah community headquarter.

Itulah salah satu hal yang mendorong UHR untuk memfasilitasi area komersial UHR sekita 3.000 meter persegi sebagai tempat komunitas hobi, kreatif dan komunitas sosial pada momen topping off ini. “Komunitas hobi dan kreatif ini bahkan telah mendeklarasikan akan menjadikan area komersial Urban Heights Residences sebagai community headquarter dan sebagai perwujudan dari semangat “The Evolution of Urban Society.” Ini penting, karena penghuni apartemen kami nantinya akan menjalani kehidupan urban yang bisa mangakomodir hobi dan sekaligus inspirasi kreatifnya. Sehingga baik saat waktu luang ataupun akhir pecan, mereka dapat mengisi waktu dengan kesibukan yang lebih berkualitas,” jelas Hanifa.

Ide-ide inilah yang diyakini Iwan menjadi kelebihan dari UHR, untuk bersaing menarik minat konsumen di tengah persaingan. Keyakinan itu sejalan dengan respons pasar, terbukti hingga saat ini penjualan UHR sudah mencapai 60 persen dari 800 unit di tower A. ini adalah satu dari dua tower yang dibangun dengan total unit sebanyak 2.000 unit nantinya terdiri dari studio unit, one bedroom unit dan two bedrooms unit.

Terkait mekanisme pembayaran, UHR juga memberikan penawaran menarik khusus pembeli dengan cara bayar Hard Cash atau Installment 12 bulan. Selama masa pembangunan sampai dengan unit apartemen diserahterimakan, konsumen mendapatkan passive income perbulan senilai kurang lebih 6% dari perbankan yang sudah menjalin kerja sama.

Dengan lokasi strategis yang hanya berjarak 200 meter dari exit tol Serpong dan diapit dua stasiun kereta api Serpong dan BSD yaitu stasiun Rawabuntu dan Sudimara, dan dalam waktu yang sangat dekat dibangun sebuah stasiun lagi yaitu stasiun Ciater, menjadikan UHR ini memiliki akses yang strategis.

Pentingnya lokasi yang strategis untuk lokasi hunian juga diakui Dadan Mulyana, Project Architect dari PT Megatika International yang berada di balik rancang bangun UHR. Menurutnya, keputusan GIB Land membangun apartemen di kawasan sub urban memang bukan sesuatu yang biasa, mengingat hunian vertikal biasanya dibangun di kawasan dengan lahan terbatas seperti Jakarta. Namun keberadaannya di lokasi yang strategis menjadi daya tarik tersendiri.

 

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)