Pertaruhan Pollux Lito Karawang, Kembangkan Pollux Technopolis

Anton Satyo Hendriatmo selaku Direktur Operasi 1 PT PP (Persero) (ketiga dari kanan), RM. Suryo Atmanto selaku Managing DirectorPollux Properti Group (ketiga dari kiri) yang disaksikan oleh  Andi Gani Nena Wea selaku Presiden Komisaris PT PP (Persero) Tbk. (kedua dari kanan), Rully Noviandar selaku SVP Gedung 1 PT PP (Persero) Tbk. (paling kanan), Mayjend. Pol.(Purnawirawan) Drs. Sidarto Danusubroto, SH (kedua dari kiri) serta Maikel Tanuwidjaja, Sales & Marketing DirectorPT Pollux Properti Indonesia Tbk. (paling kiri) disela-sela signing ceremony atau penandatanganan kontrak kerjasama antara PT PP (Persero) Tbk. dengan PT Pollux Lito Karawang di Jakarta
 

Upaya PT Pollux Lito Karawang -perusahaan joint ventureantara PT Pollux Properti Indonesia Tbk. dan Lito Group- mengembangkan proyek Pollux Technopolis di pusat Kota Karawan, Jawa Barat segera terealisasi.

Hal ini ditandai dengan ditunjuknya PT PP (Persero) Tbk, sebagai kontraktor utama pembangunan proyek Pollux Technopolis. Prosesi signing ceremony atau penandatanganan kontrak kerjasama antara PT PP (Persero) Tbk dengan PT Pollux Lito Karawang  dimana PT PP (Persero) Tbk. diwakili oleh Anton Satyo Hendriatmo selaku Direktur Operasi 1 dan  RM. Suryo Atmanto selaku Managing Director Pollux Group.

Menurut  Anton Satyo Hendriatmo, Direktur Operasi 1 PP, proyek Pollux Technopolis rencananya akan membangun 26 tower apartemen dan 368 unit ruko serta berbagai fasiltas penunjang lainnya dengan total nilai kontrak Rp 3,5 triliun.

Anton menanbahkan, pihaknya merasa bangga telah dipercaya oleh PT Pollux Lito Karawang untuk mengerjakan pembangunan proyek Pollux Technopolis yang meliputi 26 tower apartemen dan 368 unit ruko serta berbagai fasilitas penunjang lainnya dengan total nilai kontrak mencapai Rp 3,5 triliun. “Proyek ini merupakan nilai kontrak terbesar kami untuk pengembangan proyek komersial," kata Anton.

Diakui Anton, pengembangan proyek yang berlokasi di Jalan Internasional, Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat ini akan dilakukan secara bertahap. "Untuk tahap pertama akan dibangun 2 tower dan 54 ruko. Adapun waktu pengerjaannya kurang lebih 2,5-3 tahun," katanya.

Menurut Sales and Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Maikel Tanuwidjaya, proyek yang dipasarkan sejak Mei 2018 telah terjual sekitar 70%. Harganya apartemen sekitar Rp 360 juta-Rp 800 juta per unit, sedangkan harga ruko sekitar Rp 3,5 miliar-Rp 4,5 miliar yang diluncurkan secara bertahap masing-masing 100 unit. Penjualan ruko di tahap pertama telah mencapai 50%.

Diakui Managing Director Pollux Properti Group, RM. Suryo Atmanto, penunjukan PT PP (Persero) sebagai kontraktor utama, merupakan komitmen Pollux Properti Group untuk membangun dan mewujudkan proyek yang berkualitas demi menjaga kepuasan konsumen. Selain sarat pengalaman, standar pekerjaan berkualitas internasional menjadi pertimbangan utama bagi Polkux untuk memilih kontraktor.

Ia menambahkan, saat ini Karawang telah menjelma sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi investasi cukup besar di sektor properti. Apalagi melihat pergerakan industri saat ini yang telah mengarah ke timur, Karawang pun sudah siap untuk tumbuh menjadi sebuah kota terintegrasi dengan tatanan kelas dunia. “Kami berharap Pollux Technopolis dapat menjadi icon baru di tengah kota industri sekaligus new central business district terbaik di Karawang,” kata Suryo.

Pollux Technopolis diharapkan sebagai icon baru di kota Karawang Barat merupakan investasi properti terbaik di Karawang saat ini. Proyek tersebut terletak di exit pintu tol Karawang Barat tepatnya di kilometer 47. Lokasi Pollux Technopolis terbilang strategis karena berada di tengah-tengah kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara, dimana 14 ribu hektar diantaranya hanya digunakan sebagai lahan industri. Maka, bisa dimaklumi jika lebih dari 40% hasil ekspor Indonesia diproduksi di kota ini. Selain itu, lebih dari 2000 perusahaan multinasional maupun internasional berada di sini sehingga menjadikan Karawang sangat potensial dan prospektif sebagai lokasi investasi yang akan terus berkembang dan menjanjikan, terutama pada sektor industri. 

Proyek ini akan dibangun secara bertahap yang terbagi ke dalam enam fase dan secara keseluruhan pengembangan kawasan itu ditargetkan selesai 10 hingga 15 tahun mendatang.

Rencananya, Pollux Technopolis akan dibagi ke dalam 6 zona antara lain Kairaku Residences yang terdiri dari 5 menara apartemen dengan total 2.500 unit dan memiliki smart home system serta thematic garden yang dilengkapi dengan fasilitas seperti sky garden, pool, yoga deck, dan rooftop garden serta sebuah hotel bertaraf internasional, Louise Kienne.

Selain itu, dibangun pula Dotonbori Shopping Street sebuah shophouses 4 lantai yang merupakan shopping street pertama di Indonesia dengan konsep tematik Jepang sepanjang 1.000 meter boulevard. Ada juga, mal, rumah sakit, menara perkantoran dengan total 80 lantai, serta sebuah lagoon yang diklaim terbesar di Asia yang akan menjadi center dari Pollux Technopolis.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)