Perumnas Gencar Realisasikan Program Satu Juta Rumah

Perum Perumnas tengah gencar untuk membangun hunian dengan kapasitas besar di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini dilakukan demi mewujudkan program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah. Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir mengungkapkan pihaknya telah melakukan inovasi untuk menyediakan rumah dengan jumlah lahan yang semakin terbatas. “Kami terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan akan perumahan rakyat, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini sudah beberapa proyek Perumnas yang menunjukkan progress signifikan dalam pembangunannya, misalnya di hari Sabtu besok (20/5/2017) akan dilakukan topping off untuk tower pertama Apartemen Grand Sentraland Karawang. Adapun nilai proyek untuk tahap satu ini sekitar Rp 350 miliar dan akan diserahkan ke konsumen pada triwulan pertama di 2018.

Kini, dari total unit hunian yang terbangun pada tahap pertama ini sebesar 1,511 unit dan 25 unit kiosk telah terjual 80%. Hunian di sekitar Karawang tersebut dibanderol mulai dari harga Rp. 199 juta. Menurutnya, dengan harga yang terjangkau, masyarakat juga bisa menikmati berbagai fasilitas, seperti kolam renang, minimarket, jogging track dan fitness centre.

“Proyek dengan konsep mixed-used antara kawasan hunian dan komersial ini direncanakan akan memiliki 4 tower yang dibangun dalam beberapa tahapan,” jelasnya.

Proyek lainnya, Perumnas juga tengah menyiapkan peresmian Show Unit dan Marketing Gallery Apartemen Sentraland Cengkareng. Hunian ini akan berdiri di atas lahan seluas 4,5 Ha yang terdiri dari 5 blok tower dengan total hunian  sekitar 4.000 unit.

Proyek senilai Rp 500 miliar ini, pembangunannya sudah dalam tahap pondasi dan telah mengantongi sejumlah perizinan. Rencananya, Sentraland Cengkareng ini akan selesai dibangun dalam kurun waktu dua tahun atau pada 2019 mendatang.

“Karena ketersediaan lahan yang semakin sedikit, seperti layaknya Jakarta dan sekitarnya, Perumnas berinovasi untuk membangun rumah susun dengan konsep mixed-used antara hunian dan komersial, namun harga hunian yang ditawarkan tetap terjangkau bagi MBR,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kata Nawir,  pihaknya juga akan melaunching Tower A5 Rusunami Bandar Kemayoran yang nilai proyeknya kurang lebih Rp 150 miliar. Sebelumnya, dari rencana lima tower yang ingin dibangun, saat ini telah terbangun dua tower pertama yang telah dihuni, tower ketiga sudah 80% penjualannya dan sudah dihuni. Sementara tower empat yang akan dilauncing ini telah terjual 203 unit dari total keseluruhan 288 unit. Dari sisa 81 unit, 68 unit sudah terpesan dan dalam proses dibank. Ia juga menargetkan hingga akhir tahun Tower A5 bisa terjual seluruhnya.

Menurutnya, hunian rumah susun di Kemayoran ini bisa menjadi hunian pilihan bagi MBR karena sudah siap huni dan harganya yang subsidi, sehingga bunganya pun fixed hingga lunas. Pada tower ini sudah dibangun sebanyak 322 unit dengan varian 34 kiosk dan 288 hunian.

“Diharapkan dengan pemenuhan kebutuhan hunian melalui pembangunan rumah susun ini dapat menjawab tantangan permasalahan backlog yang ada. Perumnas tetap menjadi BUMN yang selalu berkomitmen mewujudkan program sejuta rumah, khususnya bagi MBR yang telah dicanangkan Pemerintah,’’ ujarnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Uniqlo Hadir di Bandung Menggandeng Komunitas Lokal

Perusahaan ritel pakaian asal Jepang, Uniqlo, melebarkan sayapnya keluar Jakarta dengan membuka toko pertamanya di Bandung, Jawa Barat. Berlokasi di 23...

Close