Perumnas Sasar Kalangan Milenial Untuk Miliki Hunian

PT Perumnas (Persero)  melakukan groundbreaking hunian terintegrasi transportasi di Stasiun Rawa Buntu. Sebelumnya Perumnas telah menggarap proyek serupa di Stasiun Pondok China dan Stasiun Tanjung Barat. Proyek yang disebut Mahata Serpong ini berdiri di atas lahan seluas 24.626 meter persegi dengan total unit 3.632.

Dari total tersebut 25% akan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Adapun pembangunannya dibagi menjadi dua tahap, untuk tahap pertama dibangun 3 tower dari total 6 tower. Ketiga tower pada tahap pertama ini terdiri dari 1.816 unit dengan bauran 330 hunian subsidi dan 1486 hunian non subsidi. Sementara untuk tipe yang disediakan antara lain tipe studio, tipe 1 bedroom, tipe 2 bedroom dan tipe 2 bedroom plus.

“Hunian ini akan mulai dibangun pada akhir tahun ini dan ditargetkan selesai pada tahun 2020,” ujar Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perum Perumnas, Galih Prahananto. Ia mengungkapkan pihaknya menyasar para milenial. Menurutnya saat ini 60% dari pemesan adalah kalangan milenial. “Mereka ini model kerjanya sudah seperti startup, tidak ada jam kerjanya dan bisa kerja di mana saja,” jelasnya.

Untuk menarik minat kalangan milenial, pihaknya membuat konsep hunian terintegrasi sesusai dengan karakteristik mereka yang cenderung tidak harus bekerja di kantoran. Sehingga nantinya hunian ini akan dilengkapi berbagai fasilitas umum dan area komersial yang mendukung aktivitas para milenial ini.

“Nantinya akan ada pusat perbelanjaan, sport area, the cyclist café dan fasilitas penunjang milenial lainnya,” tuturnya. Galih berharap inovasi ini bisa mengurangi kendaraan pribadi. Menurutnya 30% dari pendapatan masyarakat digunakan untuk biaya transportasi saat bekerja.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, konsep Transite Oriented Development (TOD) ini merupakan langkah cerdas untuk mengurangi kemacetan di perkotaan. “Jumlah kendaraan di Jakarta ada 18 juta, dan dalam sehari ada 4.57 juta perjalanan dalam sehari, kami berharap konsep hunian ini bisa mengurangi kemacetan,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)