Prospek Pasar Properti Sektor Residensial di Masa Pandemi

Donan Aditria, Associate Director Strategic Consultancy Knight Frank

Di tengah pandemi, berbagai sektor ekonomi menahan dan tertahan proses eskpansinya, baik sektor ekonomi lokal, nasional, maupun global. Hal ini berimbas pada pergerakan dan pengiriman pekerja untuk proses perluasan usaha. Begitu jgua pada sektor apartemen sewa.

Jakarta Property Highlight oleh Knight Frank dalam data terbarunya (semester I-2020/JPH 1H2020) membeberkan bahwa sektor apartemen sewa terutama mengalami pelemahan, karena banyak perusahaan yang menunda relokasi pekerjanya selama pandemi berlangsung. Ditambah lagi persaingan penawaran dari sektor hotel yang juga menawarkan layanan yang relatif sama dengan harga ekonomis.

Data mengungkapkan, supply apartemen sewa menurun 7% dibanding periode sebelumnya karena dua proyek di Jakarta Pusat berhenti beroperasi menyewakan selama pandemi. Okupansi menurun 13,2% dari periode 2H2019. Harga sewa rata-rata untuk apartemen sewa pada pertengahan tahun menurun 15% (yoy). Terdapat 9 proyek baru dengan total 1.417 unit yang akan masuk ke pasar selama periode 2020-2023.

Terkait prospek pasar untuk sektor apartemen ini, unit-unit yang akan masuk pasar di tahun ini sebagian besar berlokasi di area Primary Non-CBD, seperti Pondok Indah dan Senopati. Developer menawarkan harga spesial selama pandemi bahkan sampai akhir tahun 2020, dengan tambahan insentif berupa take away atau delivery service untuk makanan.

“Untuk menghadapi tantangan dalam masa pandemi, apartemen sewa perlu beradaptasi dengan pemberlakuan protokol kebersihan, seperti menjaga jarak, pengecekan suhu, penyemprotan disinfektan secara berkala, dan pemberlakukan standard kebersihan yang lebih ketat. Selain itu, juga perlu berinovasi untuk menangkap pasar yang lebih beragam,” ujar Donan Aditria, Associate Director Strategic Consultancy Knight Frank.

Sementara itu, pada apartemen strata (kondominium) tercatat memiliki pertumbuhan positif dari periode sebelumnya karena para pembeli secara umum merupakan pengguna (end-user). Pasokan eksisting meningkat 2,4% (YoY) menjadi 217,845 unit apartemen, atau terdapat penambahan 5.120 unit. 35,7% pasokan baru berasal dari kelas menengah. 19,5% pasokan eksisting berasal dari kelas menengah atas. Lalu rerata harga jual mengalami penurunan sebesar 2,04% (YoY) menjadi Rp 36,4 juta permeter persegi.

Terkait pasar sektor kondominum ini, bahwa di tengah penjualan yang stagnan cenderung menurun, masih akan ada pasokan baru hingga tahun 2024, sementara pada saat yang sama harus bersaing dengan pasar sekunder. Stok unit eksisting di kelas menengah saat ini terdapat 41,9%, sementara pasokan baru dari kelas menengah terdapat 35,7% atau sejumlah 16.945 unit. Tingkat rerata penjualan pasokan baru berada di angka 59,8%.

Selain itu berbagai penawaran promo ditawarkan pengembang saat ini, seperti 0% uang muka, gratis fully furnished atau semi furnised, beli sekarang bayar kemudian, insentif uang muka, angsuran rendah, angsuran secara bertahap hingga 60 kali dan lainnya.

“Untuk para calon pembeli (pengguna), saat ini adalah saat yang tepat membeli apartemen, karena penawaran khusus dan berbagai kemudahan pembayaran ditawarkan,” tambah Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)