Rukita Targetkan 10 Ribu Kamar di Tahun 2020

Saat ini, Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang berlangsung hingga tahun 2035, di mana kaum milenial menyumbang 34% dari total populasi di Indonesia dan 37,3% dari total populasi di Jakarta.

Namun berdasarkan data dari Indonesia Millennial Report 2019, 64,9% dari mereka belum memiliki rumah. Hal ini dipicu oleh harga rumah yang semakin melambung dan tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang melampaui daya beli mereka sebagai pembeli pertama.

Di samping itu, semakin banyak kaum milenial yang mengalami burnout atau kelelahan baik secara fisik maupun mental, akibat gaya hidupnya yang mengutamakan pengalaman dan dorongan untuk selalu aktif di ranah digital. Kondisi ini memaksa mereka untuk menyusun prioritas hidup dan mengesampingkan hal-hal yang dianggap kurang penting dalam hidupnya. Ini menjelaskan alasan layanan praktis seperti pesan antar makanan dan kebersihan on-demand sangat diminati di pasar Indonesia.

Sabrina Soewatdy, CEO dan Co-founder Rukita, menjelaskan berangkat dari pemahaman akan kebutuhan hidup kaum milenial saat ini, pihaknya terdorong untuk menghadirkan solusi hunian yang inovatif bagi mereka. Ia yakin ini merupakan saat yang tepat untuk mendisrupsi sektor properti di tanah air ke arah yang lebih baik dengan memanfaatkan peluang dari sharing economy yang berkembang pesat.

Rukita hadir untuk menciptakan gaya hidup yang lebih baik bagi kaum milenial. Hal ini didasari dengan kepercayaan perusahaan bahwa seseorang akan memiliki hidup yang lebih baik saat ia tinggal di hunian yang mendukung kebutuhannya. Salah satu cara Rukita mewujudkan ide tersebut adalah dengan menciptakan hunian co-living yang bebas ribet, sehingga memungkinkan para penghuni untuk menikmati hidup sebagai bagian dari sebuah komunitas tanpa harus mengorbankan privasinya.

Selain itu, Rukita membantu para pemilik properti dalam mengelola dan mentransformasikan propertinya menjadi hunian co-living yang bergaya modern dengan layanan lengkap untuk pendapatan dan tingkat okupansi yang lebih tinggi. Para pemilik properti bisa menjadi lebih tenang dan menikmati pendapatan pasif sebagaimana Rukita mengambil alih pengelolaan propertinya secara menyeluruh, mulai dari proses pencarian dan retensi penghuni, kegiatan operasional harian dan pengelolaan pembayaran, hingga pemeliharaan properti.

Untuk mengakomodir kebutuhan dan preferensi penghuni, Rukita menyediakan berbagai hunian dengan rentang harga sewa bulanan yang beragam, mulai dari Rp 1,6 juta per kamar dengan tagihan terpadu yang praktis, termasuk biaya listrik dan air, koneksi internet berkecepatan tinggi, layanan kebersihan, serta layanan perbaikan/pemeliharaan.
Setiap kamar di Rukita sudah siap huni dengan perabotan yang lengkap dan desain interior yang modern tanpa mengabaikan aspek fungsionalitasnya. Rukita juga menyediakan aplikasi khusus penghuni untuk menciptakan pengalaman tinggal yang lebih simpel.

Hanya dengan sentuhan jari, para penghuni dapat dengan mudah memesan layanan, memantau status pembayaran, mendaftarkan diri dalam kegiatan komunitas, berinteraksi secara online melalui kolom komentar, serta mengakses kumpulan artikel menarik yang memperkaya wawasan.

Dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, Rukita telah mengoperasikan lebih dari 3.000 kamar di wilayah Jadetabek dengan penyempurnaan layanan secara berkelanjutan untuk menjamin kepuasan pemilik properti dan penghuni.

“Sejalan dengan komitmen untuk membangun bisnis yang berkelanjutan di sektor proptech, kami menargetkan ekspansi layanan menjadi lebih dari 10.000 kamar di wilayah Jabodetabek pada akhir 2020 dengan berfokus pada jaminan kualitas sebagai prioritas utama kami,"ujarnya. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Rukita

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)