Selo Group Perkenalkan Konstruksi Precrafted Hemat 20%

Perusahaan pengembang, Selo Group, memperkenalkan proses konstruksi precrafted. Sebuah praktik produksi berbagai komponen di lokasi pabrik dan mengirimnya ke lokasi pembangunan.

Andrew Corkery, CEO Selo Group, mengatakan, precrafted ini memungkinkan proses pembangunan yang lebih cepat dan lebih hemat biaya melalui beberapa langkah dibandingkan konstruksi tradisional. Metode ini menghasilkan solusi produksi yang inovatif dan efisien untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan, hemat biaya dan berkualitas tinggi di mana pun di Indonesia.

“Sistem yang digunakan oleh Selo Precafted untuk merancang dan membangun adalah konstruksi bangunan berkualitas dalam waktu singkat untuk meraih return on investment yang lebih cepat dan peluang bisnis baru,” ujarnya di acara Selo Virtual Media Meetup.

Lebih lanjut ia menjelaskan, konstruksi Selo Precrafted adalah suatu design-led process. Presisi, akurasi dan keahlian tingkat tinggi dititikberatkan pada fase desain dibanding saat pembangunan, yang menjadikan proses tersebut cocok untuk pembangunan di area terpencil di mana pekerja dengan keahlian tinggi sulit ditemukan. Praproduksi komponen konstruksi memungkinkan desain dan proses konstruksi berjalan bersamaan.

Tiga proses utama precrafted meliputi tahap desain dan engineering yaitu tahap perancangan desain dan perencanaan desain modular. Kedua, tahap produksi dan panelisasi yang melibatkan produksi kerangka dan komponen struktur dengan kualitas dan presisi yang konsisten di pabrik. Ketiga, fase konstruksi untuk merakit komponen di lokasi pembangunan. Dengan produksi material di awal, konstruksi precrafted dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat dibanding konstruksi tradisional karena pengelasan atau pemotongan di lokasi pembangunan tidak diperlukan.

Sehingga keuntungan menggunakan metode ini, Remon Moerman, General Manager Selo Precrafted Indonesia, menambahkan, antara lain kecepatan, mengurangi kebutuhan akan pekerja dengan keahlian tinggi, return of investment lebih cepat dengan peluang lebih besar untuk memenuhi permintaan pasar, fleksibilitas desain, dan berkurangnya dampak lingkungan karena sedikitnya jumlah limbah pembangunan sebagai hasil dari desain dan produksi yang akurat.

Konstruksi modular ini juga dapat memastikan pembangunan proyek tepat waktu dan sesuai biaya, yang berdampak pada penghematan biaya hingga 20% dibanding pengerjaan di lokasi pembangunan.

“Waktu konstruksi juga bisa sampai 25 - 30 persen lebih cepat, karena ketika kerjaan masih struktur kita sudah bisa mulai sistem di pabrik, artinya bisa mulai bekerja di dua tempat,” ujar Remon.

Pihaknya optimistis akan peluang ini dan pihaknya memulai dari konsumen internal. Terkait kapasitas produksi, Remon mencontohkan pada produksi baja untuk ukuran vila 200 meter persegi bisa memproduksi sekitar 18 unit per minggu.

Hingga saat ini, Selo Group telah membangun portofolio resort dan vila mewah, termasuk Selong Selo Resort & Residence, di pesisir Lombok Selatan yang dibuka pada 2016, berjarak 25 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Selain itu, ia juga menyampaikan, Selo Group terbuka bagi investor untuk berinvestasi dalam sembilan lot lahan yang tersisa di tahap tiga di Serangan, Lombok dengan infrastruktur utama yang terintegrasi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)