SML Bukukan Marketing Sales Rp2,5 Triliun di Kuartal I/2021

Alim Gunadi, Managing Director Sinar Mas Land

Kendati industri properti masih lesu, namun selama Kuartal I/2021, PT Bumi Serpong Damai Tbk (Grup Sinar Mas Land), pengembang kawasan BSD City berhasil membukukan marketing sales senilai Rp2,5 triliun. Jumlah ini meningkat 38% dibandingkan pencapaian pada Kuartal I/2020. Dengan demikian perusahaan telah mengamankan 35% dari target pra penjualan 2021 yakni Rp 7 triliun.

Pencapaian tersebut dipicu oleh serangkaian strategi yang dilakukan untuk mendongkrak penjualan properti itu. Salah satunya program Wish for Home yang dirilis pada 6 Maret 2021 dan per 15 Mei 2021  berhasil terjual 400 unit  senilai Rp 700 miliar.

Program Wish for Home membidik  pasar Generasi  X dan Y karena populasinya masih besar. Manajemen SML juga mengombinasikan kanal penjualan online maupun offline untuk melayani segmen pasar milenial.  Selain itu, karakteristik Generasi X dan Y  lebih menyukai desain bangunan rumah  yang compact dan smart home.

Merujuk hasil sigi yang dilakukan SML di  beberapa wilayah di Jabodetabek, seperti  Serpong, Bekasi, dan Cibubur,  pasokan perumahan di periode Januari-Desember 2020 tumbuh 6,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Rinciannya, pada 2020 suplai rumah sebanyak 4.210 unit dari sebelumnya 3.691 unit di 2019. Seiring dengan  peningkatan pasokan,  transaksi juga terkerek  36% yoy dari sebelumnya Rp 3,6 triliun menjadi Rp 4,9 triliun  pada tahun 2020.

Ternyata data SML  ini senada dengan temuan survey JLL Indonesia yang menyebut bahwa permintaan dan pasokan rumah tapak justru meningkat tahun lalu dibandingkan tiga tahun sebelumnya.  Dipilihnya tiga lokasi itu sebagai penelitian dikarenakan terkait dengan pengembangan bisnis properti SML.

Menurut Alim Gunadi, Managing Director Sinar Mas Land dalam acara Halal Bihalal Sinar Mas Land secara virtual, (24/5/2021), rumah tapak atau landed house akan menjadi lokomotif industri properti secara keseluruhan

Berdasarkan hasil survei SML itu, manajemen SML pun melihat potensi bisnis yang besar, sehingga merilis sejumlah program seperti program "Move in Quickly" tahun 2020 dan berhasil mencetak penjualan Rp 350 miliar pada tiga bulan pertama.

Tren membaik ini berlanjut hingga tahun 2021 sekarang.  Itulah sebabnya SML meluncurkan program  "Wish From Home" untuk produk kavling dan non-kavling. Secara bersamaan, SML  meneken  nota kesepahaman dengan 12 perbankan untuk mendukung program ini. Hasilnya, produk properti terjual 400 unit  senilai Rp 700 miliar. Dari total penjualan itu, produk residensial berkontribusi hingga 55%, diikuti apartemen 22%, kavling 13%, dan ruko sekitar 10%.

Alim mengaku, keunggulan program  Wish For Home ini, adalah diskon dan insentif pajak dari pemerintah. Iinsentif PPn DTP 100% berlaku untuk rumah tapak dengan harga jual hingga Rp 2 miliar, sedangkan untuk rumah di atas Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar dapat diskon 50%. Diskon dari pengembang SML khusus non-kavling 10% untuk uang muka. Sedangkan diskon khusus untuk kavling hingga 15% dan insentif bangunan 10%.  Untuk pembeli pindahan diberikan SML insentif cashback 10% dari nilai transaksi (syarat dan ketentuan berlaku). Biaya  Akta Jual Beli (AJB) dalam hal ini Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau biaya yang harus dibayar ke pemerintah sebesar 5% dari nilai transaksi, akan dibayarkan SML.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)