Strategi Bukitnusa, Dongkrak Penjualan Permata Mutiara Maja

Tipe Lotus, salah tipe yang sedang dibangun dan dikembangkan PT Bukitnusa Indahperkasa di Maja, Lebak Banten

Lesunya pasar properti di Indonesia tidak menyurutkan PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP), pengembang Permata Mutiara Maja melakukan berbagai inovasi untuk memikat calon konsumenya. Untuk memeriah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4, 10 Oktober 2019 nanti BNIP memberikan berbagai promo bombastis hingga akhir bulan ini.

Menurut Cornelius Widjaja, Direktur PT BNIP, setiap pembelian unit KPR komersial seharga Rp 170 juta-Rp305 juta, akan mendapatkan hadiah sepeda motor Honda Beat. Selain itu, juga setiap pembelian unit rumah KPR
bersubsidi dengan program BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) seharga Rp 140 juta akan mendapatkan bantuan subsidi plafon kredit s/d Rp 40 juta, kewajiban DP hanya 1%, sertifikat rumah sudah Hak Milik, dan TV 20”.

Di lahan seluas 200 hektar yang berlokasi di Kecamatan Maja, Lebak, Banten, BNIP menargetkan penjualan 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersial hingga akhir tahun ini.

Menurut Cornelius, sebelumnya BNIP juga telah melakukan peluncuran perdana (grand launching) Rumah Sederhana Sehat (RSH) tipe Lotus di cluster Orion pada tanggal 20 Juli 2019 lalu. Rumah tipe Lotus memiliki Luas Bangunan (LB) 27 m² dan Luas Tanah (LT) 60 m².

Keunggulan tipe ini adalah memiliki 2 kamar tidur yang terdiri dari master bedroom dan kamar anak. Umumnya rumah subsidi hanya memiliki 1 kamar, tapi BNIP siapkan 2 kamar, untuk memberikan kepuasan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan BNIP.

Apalagi, Pemerintah telah menaikan batasan harga jual rumah bersubsidi pada Juni lalu, sehingga pengembang memiliki ruang gerak yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi.

Saat ini pembangunan tipe Lotus sedang berjalan, di mana progress pembangunannya sendiri sudah mencapai 25%. Selain itu, seiring dengan habis terjualnya unit rumah di cluster Orion, BNIP membuka lagi sebuah cluster terbaru yakni cluster Topaz seluas 6,8 hektar dengan total unit rumah mencapai 642 unit.

Konsep yang dikembangkan hampir sama, hanya saja saat ini untuk menjual tipe Lotus dibandrol dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kali ini BNIP mendorong konsumen untuk membeli tipe Lotus dengan program BP2BT.

Untuk program BNIP sendiri telah melakukan kerjasama dengan 5 bank yang bisa dipilih masyarakat untuk membeli rumah tipe Lotus seharga Rp 140 juta dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), antara lain, Bank BTN, BNI, BRI Syariah, Mandiri, dan Bank Artha Graha.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)