Strategi Crown Group Gairahkan Pasar Properti

Crown Group berencana mengaakuisisi tiga lokasi pengembangan signifikan di utara Sydney senilai sekitar Rp 5 triliun. Ini merupakan upaya perusahaan makin fokus pada diversifikasi ke sektor mixed-use dan built-to-rent. Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan pihaknya akan mengembangkan sayapnya di Sydney sembari melihat peluang lain di Melbourne, Brisbane dan bahkan Indonesia.

“Fokus kami tetap di Australia, namun kami juga tidak bisa menutup mata atas peluang ekspansi di Indonesia sebagai salah satu negara yang masuk dalam jajaran 5 negara teratas ukuran PDB menurut World Economic Forum. Saat ini kami disibukan dengan tiga pilar bisnis: residensial, menumbuhkan merek SKYE Suites, dan mengembangkan bisnis ritel kami,” ujar Iwan.

Menurutnya, pasar saat ini lebih realistis dibandingkan tiga atau lima tahun lalu karena kelompok asing dan perusahaan milik negara telah meninggalkan pasar. “Covid-19 dan penutupan perbatasan internasional juga secara dramatus berdampak pada pasar apartemen residensial di Australia, di mana pembeli asing biasanya mencapai setidaknya 50% dari pembeli,” katanya.

Iwan yakin saat ini adalah saat yang tepat untuk mengakuisisi lahan pembangunan untuk jangka pendek dari sektor-sektor yang terpengaruh oleh pandemi Covid-19 dan penutupan perbatasan. “Sementara perbatasan internasional tetap ditutup, pertumbuhan akan terhambat secara signifikan. Inilah sebabnya mengapa kami sekarang melihat peluang pengembangan baru. Kami sadar bahwa para pemilik lokasi pengembangan menjadi lebih realistis dalam ekspektasi harga dan ketentuan penjualan penjualan mereka,” terangnya.

Iwan menambahkan salah satu area yang ingin didiversifikasi Crown Group adalah area build to rent. “Kami mencari lokasi strategis yang dekat dengan transportasi sebagai faktor penentu utama di mana kami harus melakukan akusisi,” ujarnya. Sebagai contoh, Build-to-Rent hibrida dari Crown Group, SKYE Suites yang menggabungkan akomodasi menginap jangka pendek dan menengah telah mencapai okupansi sebesar 85% sejak dibuka dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp. 13 milyar per bulannya. Saat ini SKYE Suites meniliki tiga properti yang berlokasi di Sydney CBD, Green Square dan Parramatta.

“Ini menunjukkan bahwa dinamika pasar sedang berubah. Wisatawan lokal cukup banyak untukmenempati hotel kami. Kami tidak bergantung pada wisatawan asing,” katanya. Iwan mengatakan bahwa pihaknya membuka kolaborasi. Untuk itu dia telah bernegosiasi dengan sejumlah kelompok yang tertarik untuk melakukan usaha patungan dengan mitra tepercaya dengan rekam jejak yang solid dalam pengembangan dan peningkatan nilai, desain inovatif yang berkualitas. Rincian usaha patungan dan mitrabaru akan diumumkan secara bertahap dalam 12 bulan kedepan.

“Mereka tahu bahwa Crown Group memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dalam mengembangkan pembangunan high density dengan fasilitas bergaya resor yang mewah. Merekajuga sangat yakin dengan nilai pengembalian mereka di masa depan dan hasil dari pengembalian itu adalah apa yang ingin mereka capai,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)