Tol Bocimi Seksi 1 Persingkat Waktu Tempuh Ciawi-Jakarta

Konstruksi seksi 1 Ciawi-Cigombong diprediksi tuntas sebelum Lebaran Juni 2018, sehingga bisa difungsikan untuk jalur mudik.

Untuk itu, pembangunan proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jawa Barat terus dikebut. Pengerjaan seksi 1 ruas Ciawi-Cigombong sepanjang 15,3 km dari total keseluruhan jalan tol sepanjang 54 kilometer, sudah mencapai 77,39% yang mencakup pengerjaan struktur, tanah (perataan, penggalian dan pengurukan) dan perkerasan.

Dalam kunjungannya April 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menjelaskan, pemerintah menginformasikan bahwa target pembangunan Tol Bocimi seksi 1 harus tuntas sebelum Juli 2018.

“Hasil positifnya, pembangunan jalan tol ini diprediksi mengerek pertumbuhan ekonomi Jabar sekitar 0,76% pada tahun 2018,” ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jabar, Wiwiek Sisto Widayat usai rapat identifikasi potensi daerah sebagai dampak dari pembangunan Tol Bocimi.

Rencana pengoperasian Tol Bocimi seksi 1 yang kurang dari dua bulan lagi itu disambut baik oleh Rancamaya Golf Estate (400 hektar), yang saat ini lokasinya hanya sekitar 700 meter dari pintu masuk tol Ciawi.

“Ruas tol Ciawi-Cigombong sendiri akan mengurai kemacetan di jalur Jagorawi-Ciawi-Sukabumi, di mana titik kemacetan terparah ada di percabangan Puncak - Jalan Raya Sukabumi dan di perempatan Pasar Ciawi, karena dua koridor ini merupakan pertemuan kendaraan dari Bogor-Puncak-Jagorawi dan sebaliknya,” ujar Direktur PT Suryamas Dutamakmur Tbk., pengembang Rancamaya Golf Estate, Henny Hendrawan, dalam siaran persnya hari ini (15/5/2018).

Dengan beroperasinya Tol Bocimi seksi 1, lokasi proyek Rancamaya Golf Estate yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk tol Bocimi, dari Rancamaya ke Jakarta untuk masuk ke tol Jagorawi tidak perlu lagi melewati pasar menuju gerbang tol Ciawi yang selama ini harus dilalui dan bertarung dengan trafik dari Puncak, sehingga nantinya ke Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 45 menit. Otomatis hal itu akan menstimulus pertumbuhan harga jual property di Rancamaya,” ungkapnya.

Menurut Henny, Rancamaya yang sudah dikenal lebih dari 24 tahun mengembangkan lingkungan (bukan hanya membangun perumahan) yang hijau dan asri, berani menerapkan peraturan ketat bagi penghuninya, agar nilai aset propertinya terus berkembang, kini membuka distrik baru bernama Kingsville seluas 28 hektar yang merupakan lahan simpanan terakhir dari pengembangan Rancamaya 1. Distrik ini selain dekat dengan akses tol Bocimi, akan terhubung langsung dengan jalan tembus dalam kota Bogor (Bogor Inner Ring Road0).

Tahap 1 dan 2 Kingsville (klaster Salvador) telah habis dipasarkan pada Maret lalu dan pada bulan Mei ini Rancamaya mulai memasarkan tahap 3 dengan harga mulai dari Rp 670 jutaan.

Salvador yang merupakan hunian kelas menengah, dengan variasi tipe hunian 36/84, 46/90 dan 69/105 yang dibanderol mulai Rp670 jutaan. Untuk pembelian dengan KPR, saat ini developer memberikan promo subsidi bunga KPR.

Terdapat juga klaster Rosewood yang memiliki variasi tipe hunian 53/72, 62/130, dan 70/187 dengan promo DP 0%. Juga kavling siap bangun di klaster Richmond Peak ukuran 240-283 dengan pemandangan golf course seharga mulai dari Rp1,9 miliar yang bisa diangsur hingga 60 bulan. Hingga saat ini pengembang sudah membangun 1.300 hunian menengah atas di 26 klaster, dengan penghuni mencapai 800 jiwa.

Dengan dibukanya Salvador, selain Rosewood, The Class dan Richmond Peak, Rancamaya sejak tahun k 2010, memberi kesempatan bagi generasi millenial yang menghargai kualitas rumah, lingkungan dan hidup di lokasi yang tertatadi atas rata-rata pemukiman lain di Indonesia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)