Triniti Dinamik Targetkan Penjualan The Smith Rp 1,1 Triliun

(Kiri-kanan): Bong Chandra Founder Triniti Dinamik, Samuel S Huang Presdir Triniti Dinamik dan Heriyanto Tandra Presiden Komisaris Triniti Dinamik disela-sela Opening Grand Lobby The SMITH (30/5) di Alam Sutera, Tanggerang.

Di tengah pandemi Covid 19, Triniti Dinamik Group mampu merampungkan pembangunan proyek terbarunya, The Smith- Office, SOHO & Residence di kawasan Alam Sutera, Tanggerang. “The Smith dapat diselesaikan dengan baik dan sudah mulai diserahterimakan secara bertahap,” kata Presiden direktur Triniti Dinamik Group, Samuel Stepanus Huang menyampaikan bahwa The Smith di sela-sela Opening Grand Lobby The Smith(30/5).

The Smith merupakan salah satu proyek unggulan PT Triniti Dinamik yang hanya terdiri dari 652 unit, yaitu office (112 unit), SOHO (100 unit) dan residential (440 unit). Sejumlah fasilitas umum yang disediakan untuk para penghuninya, termasuk kolam renang, fitness centre, sky lounge, gaming room dan satu lantai, khusus dipersiapkan untuk co- working space.

The Smith merupakan bangunan mixed used pertama di dalam kawasan Alam Sutera yang mengusung konsep 3.0, yaitu Status, Professional dan Community. Setiap tenant perkantoran memiliki Status yang prestisius karena dapat menampilkan video profile perusahaannya di Giant LED yang tersedia di Grand Lobby. Selain itu, satu lantai khusus yang tersedia bagi para pemilik VIP pass dapat menikmati co-working space, yang menyediakan resepsionis, ruang meeting (lengkap dengan proyektor, smart TV, white board dan perlengkapan kantor lainnya), conference room dan auditorium.

Menurut Founder Triniti Dinamik Group, Bong Chandra, dengan investasi sekitar Rp 700 miliar, bangunan 33 lantai ini, pihaknya telah merealisasi penjualan hingga saat ini SOHO (90%), residential (80%) dan office (70%). “Target marketing sales untuk The Smith sekitar Rp 1,1 triliun dan saat ini nilai penjualannya telah mencapai Rp 800 miliar,” katanya.

Ia menambahkan dengan mengusung konsep bangunan mixed used di kasawan Alam Sutera, The Smith mengincar pasar milenial. Selain itu, The Smith juga ditujukan sebagai tempat untuk pengembangan start up company. The Smith dikonsep sebagai rumah pelaku bisnis Start Up company seperti Silicon Valley di Amerika. Salah satunya fasilitas VIP yang turut mendukung adalah ketersediaan satu lantai, khusus untuk bisnis center dan bekerja sama dengan Go Work.

Saat ini Triniti Dinamik Group melalui PT Triniti Dinamik telah mengantongi persetujuan dari Bursa dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk melantai di Bursa pada awal bulan Juni 2021. Menanggapi rencana IPO, menurut Samuel, PT Triniti Dinamik sudah melapor ke Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencatatkan saham perdana (IPO), dan hampir seluruh syarat admistrasi sudah diselesaikan. Diharapkan awal Juni nanti Triniti Dinamik akan melantai din bursa dengan kode saham TRUE. “Kami akan melepas sekitar 20% saham ke publik senilai Rp150 miliar. “Sudah ada beberapa investor yang tertarik termasuk dari luar negeri,” katanya.

Ia menambahkan, rencananya dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar tanah di Batam, Kepulauan Riau, yang akan dikembangkan perseroan untuk proyek perumahan tapak (landed house) yang menyasar segmen milenial. Selain itu, dana IPO akan dipakai untuk biaya operasional, serta memperluas ruang kantor guna memenuhi kebutuhan perkembangan bisnis dan penambahan sumber daya manusia (SDM) Triniti Dinamik. “Kami optimistis penawaran saham perdana TRUE akan mendapat respon yang baik dari pasar mengingat selama ini rekam jejak Triniti Dinamik sangat bagus, kami menyiapkan dan menyelesaikan pembangunan semua proyek tepat waktu sehingga kepercayaan konsumen tinggi,” ujar Samuel.

Heriyanto Tandra, Komisaris Utama Triniti Dinamik, mengakui sangat optimis melantai di bursa karena pertumbuhan properti di Indonesia terus menuju arah membaik dan kebutuhan hunian masih cukup tinggi terlebih untuk kaum milenial baik high rise building maupun rumah tapak. “Mungkin kami akan fokus pada segmen pasar yang paling terserap saat ini di pasar yakni milenial. Kalau dulu banyak yang membangun proyek premium, maka sekarang kami akan bangun yang banyak diserap pasar misalnya rumah tapak untuk milenial. Lokasinya juga tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di daerah lainnya,” kata Heriyanto.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)