Upaya Aeropolis Dongkrak Nilai Investasi Unit Apatermen

Apartemen Aeropolis kian dilirik hospitality management  (foto : dok)

Meningkatnya frekuensi penerbangan dan membludaknya jumlah penumpang melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), menjadi peluang tersendiri bagi pengembang untuk mengembangkan beragam fasilitas bisnis seperti pemukiman, perkantoran, komersial, pergudangan, dan pusat gaya hidup modern.

Hal ini disadari PT Intiland Development Tbk untuk terus melakukan pengembangan proyek kawasan terpadu Aeropolis. Dengan luas 105 hektar, Aeropolis dirancang sebagai kota bandara, sebuah kawasan terpadu yang mendukung perkembangan bandara internasional Soekarno Hatta (Soetta).

Totonafo Lase, Direktur Proyek Aeropolis, mengatakan, pesatnya perkembangan kawasan ini bukan hanya nyaman sebagai tempat tinggal, tetapi juga memenuhi beragam kebutuhan lain untuk bisnis. Selain menyediakan ribuan unit apartemen, Aeropolis juga menyediakan beragam fasilitas bisnis seperti perkantoran, komersial, pergudangan, dan pusat gaya hidup modern. “Pesatnya perkembangan ini menjadikan Aeropolis sebagai investasi properti terbaik bagi konsumen dan investor,” Totonafo.

Ia menambahkan,  Intiland berupaya untuk meningkatkan nilai investasi dari unit-unit properti yang dipasarkan ke konsumen. Salah satu upayanya dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan hospitality management seperti Travelio, Aparian Mediapura, Oyo Rooms, dan Red Doorz. 

Totonafo Lase Direktur Proyek Aeropolis (kedua dari ) bersama perwakilan hospitality management disela-sela update perkembangan proyek apartemen Aeropolis dan kerjasama dengan perusahaan pengelola apartemen.

Kerjasama dengan perusahaan hospitality management merupakan upaya dan strategi Intiland untuk memberikan layanan terbaik kapada masyarakat maupun para pemilik unit apartement di Aeropolis. Langkah ini memberikan alternatif pilihan terbaik kepada para investor dan pemilik apartemen. “Masing-masing punya keunggulan dan nilai tambah, termasuk potensi pasar sewanya. Jadi ini dapat memberikan manfaat maksimal dan otomatis membuat nilai investasi apartemen meningkat,” ujar Totonafo.

Selain hospitality management, Aeropolis juga menjadi salah satu pengembangan kawasan dekat bandara yang diminati para operator hotel. Saat ini ada empat hotel yang telah beroperasi di kawasan ini yaitu Nunia Inn, Swift Inn, De Green Inn, dan Smart Home Inn yang menyediakan total sebanyak 345 kamar.  

Totonafo mengakui banyaknya hotel dan perusahaan hospitality managementdi Aeropolis tidak lepas dari pesatnya perkembangan yang terjadi kawasan ini. Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas hunian, saat ini terdapat sebanyak 4.500 unit apartemen di Aeropolis.

Saat ini paling tidak ada

sekitar 3.600 unit apartemen yang sudah serah terima dan sisanya masih dalam tahap pembangunan dan penyelesaian akhir. Bertambahnya jumlah unit ini semoga bisa memenuhi kebutuhan sewa unit apartemen yang terus meningkat,” tegas Totonafo.

Maraknya pertumbuhan hotel dan perusahaan hospitality managementdipercaya akan memberikan nilai tambah bagi Aeropolis sebagai sebuah pengembangan kawasan terpadu di dekat bandara Soetta.

Perkembangan tersebut salah satunya bisa dilihat dari jumlah warga yang tinggal dan beraktifitas di kawasan Aeropolis yang mencapai sekitar 3.000 orang. Perkembangan lainya bisa dilihat dari tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan ini yang rata-rata mencapai 70 persen.  

Apalagi, kebutuhan sewa hotel dan apartemen di Aeropolis cukup tinggi dan cenderung terus meningkat. Pada periode tertentu, misalnya saat musim haji atau umroh biasanya hotel-hotel akan penuh dan tidak mampu menampung kebutuhan. Ini karena lokasi kita sangat dekat bandara dan fasilitas yang tersedia cukup lengkap. 

Peningkatan kebutuhan terhadap fasilitas penginapan ini menawarkan potensi yang sangat baik kepada para pemilik unit apartemen. Kondisi ini juga menyebabkan tarif sewa apartemen dan hotel di Aeropolis terus meningkat.

Dari sisi tarif  sewa unit apartemen tipe studio di Aeropolis rata-rata mencapai Rp2,2 juta per bulan atau berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per harinya. Sementara tarif menginap untuk hotel rata-rata beskisar Rp300 ribu per hari dan Rp9,5 juta untuk satu bulan.

Totonafo optimis kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas sewa apartemen Aeropolis berkembang pesat dan akan terus meningkat. Tingkat kebutuhan sewa apartemen juga semakin beragam, bukan hanya harian, namun juga sewa untuk mingguan dan bulanan.

Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, Intiland telah menyiapkan rencana pengembangan baru di Aeropolis. Rencanannya akan meluncurkan apartemen baru pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Sekadar bocoran, nantinya unit-unit apartemen yang akan diluncurkan memiliki ukuran lebih besar dan dipasarkan lengkap dengan perabot dan perkakas atau fully furnished, sehingga memudahkan para pembeliannya. “Kami sedang finalisasi rencana ini,  unit apartemennya lebih luas karena tipe satu kamar dengan kisaran harga mulai Rp 350 juta,” ungkapnya lebih lanjut.

Selain apartemen, Intiland juga memasarkan fasilitas pergudangan yang merupakan salah satu perkembangan terbaru di Aeropolis. Pengembangan tahap pertama meliputi pembangunan 105 unit gudang berbagai tipe ukuran. Fasilitas pergudangan ini mendapat sambutan sangat baik dari konsumen. Terbukti dari 85 unit gudang yang dipasarkan, saat ini telah terjual sebanyak 79 unit. “Jadi gudang yang siap pakai hanya tinggal enam unit dengan ukuran yang lebih kecil. Sisanya masih ada tetapi harus inden karena belum terbangun,” kata Totonafo.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)