Jurus Lazada Gaet Pelanggan di Bulan Puasa

Tahun ini, diperkirakan 61% masyarakat Indonesia mengalokasikan lebih banyak anggaran belanja untuk Ramadhan. Menurut Asto Subroto, Co-Founder MARS Indonesia, setiap tahunnya anggaran tersebut selalu meningkat. Selama Ramadhan, dalam jangka waktu 3 bulan masyarakat mengubah pola konsumsinya. Kelas menengah ke bawah misalnya, pada keadaan normal, kelas ini jarang membeli process food. Namun menjelang dan saat Lebaran, makanan seperti kue, makanan olahan pabrikan, dll menjadi kebutuhan primer. Sementara itu kelas menengah lebih banyak mengonsumsi middle produk seperti daging.

Kelas menengah atas biasanya mengalami peningkatan kebutuhan di peralatan memasak, rumah tangga, dan berbagai peralatan lainnya. Peningkatan masing-masing kelas berbeda-beda, untuk kelas menengah keatas meningkat 15%, sementara menengah 20%, dan menengah ke bawah 30%.

Lazada

Fenomena ini dipicu dengan kecenderungan masyarakat Indonesia yang mengatur dana secara khusus  dialokasikan untuk menyambut Idul Fitri. Menurutnya masyarakat Indonesia memanfaatkan momen Ramadhan dan Idul Fitri sebagai waktu untuk melakukan kegiatan berbagi.

”Kebiasaan masyarakat Indonesia menjadi lebih konsumtif di saat Lebaran karena apa yang mereka beli juga diberikan untuk orang lain. Mereka berbagi dengan sesama, sehingga pengeluaran menjadi lebih tinggi,” jelasnya. Masyarakat Indonesia juga semakin pintar dalam memilih dan memanfaatkan waktu peritel yang memberikan diskon atau potongan harga.

Hal senada juga disampaikan Florian Holm, Co-CEO Lazada Indonesia, menurutnya 78% konsumen menyatakan bahwa waktu setelah sahur dan shalat subuh digunakan untuk berbelanja online. Kemudahan berbelanja online, kini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Sebanyak 30% dari mereka berbelanja sebelum memasuki bulan Ramadhan dan meningkat pada 1-2 minggu menjelang Lebaran.

Peluang ini dimanfaatkan Lazada dengan melakukan riset waktu-waktu yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja online di bulan puasa. Pada pukul 6 pagi order belanja online meningkat 10 kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Pukul 4 hingga 6 pagi dan pukul 8 hingga 10 malam menjadi waktu-waktu yang digunakan konsumen untuk berbelanja online. Kenaikan trafik pada jam-jam ini meningkat hingga 14,6%. Peluang ini dimanfaatkan Lazada dengan mengadakan flash sales di jam-jam tersebut.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan penjualan Lazada. Juga, melakukan berbagai kerja sama dengan banyak brand untuk membuat peluncuran atau penjualan ekslusif. Pada Ramdhan tahun lalu, traffic e-commerce mampu melakukan penetrasi mencapai 29,4% bila dibandingkan hari-hari biasa.

Meski begitu Florian menolak memapaparkan jumlah kenaikan dan keuntungan yang diterima perusahaan. Selain penawaran belanja, Florian juga mengajak konsumen untuk ikut melakukan donasi pada yayasan Save The Children. Donasi ini dilakukan dengan cara yang unik yaitu, menggunakan kode voucher belanja savethechildren. Nantinya Lazada akan menyisihkan Rp 10.000 untuk yayasan ini. (EVA)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 4 =