Selama Puasa, Ini Yang Paling Diburu Masyarakat

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat. Pahala ibadah di bulan ini dilipatgandakan. Kaum muslim tentu tak ingin melewatkan kesempatan emas ini. Mereka yang hobi belanja pun akhirnya menyesuaikan jam belanjanya.

Semarak bulan Puasa menjadi berkah untuk para e-commerce. Di bulan ini, daya beli masyarakat meningkat hingga 3 kali lipat. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk para pemilik toko daring untuk berpromosi. Namun, mereka harus lebih dulu memahami strategi promosi yang tepat.

Ya, perilaku konsumen berubah di bulan Ramadhan. Dari jam belanja yang lebih pagi, yakni saat makan sahur, hingga baju muslim model terbaru yang diburu konsumen. Itu adalah dua dari 5 fakta unik belanja online di bulan Puasa yang dirilis situs kupon online, Flipit Indonesia.

Leidya Dairolouro, Digital Marketeer at Flipit.com Indonesia mengatakan, peningkatan daya beli masyarakat Indonesia saat bulan Ramadhan tidak menghilangkan kebiasaan konsumen untuk mencari promo dan diskon sebelum berbelanja. Selain belanja di gerai online yang memiliki reputasi baik, konsumen cenderung memilih untuk berbelanja di toko online yang manawarkan promo terbaik.

“Konsumen tak hanya mencari diskon di gerai online itu. Namun juga di platform lain, seperti situs kupon diskon. Ini terbukti dari permintaan kupon online yang meningkat drastis selama Ramadhan dan Lebaran,” kata dia dalam rilisnya.

5 fakta unik tentang perubahan perilaku konsumen ini penting diperhatikan e-Commerce untuk menjaring customer. Perlu diketahui juga, konsumen semakin gencar berbelanja online pada minggu ke-2 dan ke-3 bulan puasa.

infographic-flipit-ramadhan (2) (1)

1. Perubahan jam belanja

Selama bulan Ramadhan, masyarakat Indonesia cenderung menggunakan waktu sahur dan makan siang untuk belanja online. Pada saat jam 4 pagi waktu sahur, traffic dari e-Commerce naik hingga 152%. Waktu makan siang pun banyak digunakan beberapa orang untuk belanja online.

Hal ini terbukti dari kenaikan traffic e-Commerce sebesar 12% dibandingkan hari biasanya saat jam makan siang. Perubahan waktu belanja ini dapat diperhitungkan e-Commerce untuk mengubah jadwal promosi, seperti jadwal pengiriman newsletter.

2. Belanja dengan voucher diskon

Ternyata, konsumen Indonesia yang berbelanja online lebih gencar mencari voucher diskon berupa kupon online. Dari data Flipit Indonesia, selama Ramadhan orang yang mencari kupon online meningkat 35% dan 242% saat lebaran.

3. Hijab diburu konsumen

Pengeluaran untuk belanja online naik 67% dan rata – rata masyarakat Indonesia menghabiskan Rp. 120.000 per hari untuk belanja online. Pakaian, travel, dan alat elektronik merupakan produk yang paling banyak mengalami peningkatan permintaan. Bahkan permintaan akan baju muslim naik 7x dari waktu biasanya.

4. Beli tiket mudik di media sosial

Tiket mudik tentunya sudah diburu pemudik 2 – 3 bulan sebulan hari lebaran. Yang uniknya menurut data dari Kompas, 31,8% membeli tiket mudik lewat media sosial. Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki pengguna sosial media teraktif selama Ramadhan.

Sekitar 8.4 milliar masyarakat Indonesia berkicau setiap harinya di media Twitter. Dengan fakta ini, tentunya para e-Commerce tidak boleh melewatkan media sosial di dalam pembuatan strategi promosi bulan Ramadhan.

5. Sedekah dan belanja online

Berbagi sedekah dan zakat di bulan suci ini memang tidak bisa dipisahkan. Masyarakat Indonesia tidak hanya menyukai belanja online namun juga berbagi sedekah. Pada saat ini, banyak dari online platform yang memudahkan masyarakat Indonesia untuk membayar zakat dan berbagi sedekah.

Contohnya Kitabisa.com menyediakan media untuk membayar zakat online. Beberapa e-Commerce juga memberikan kesempatan untuk memberi sedekah sambil belanja online di Bulan Ramadhan ini.

Informasi selengkapnya, klik Flipit Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − fourteen =