Isman Budiman
Sebagai pendatang baru di bisnis santan murni dengan merek Cocomas, Isman yang semula bercita-cita menjadi jurnalis terobsesi terus membesarkan pangsa pasar Cocomas. “Tidak harus menjadi market leader, tetapi perusahaan yang bisa menghasilkan profit bagi pemegang saham,” kata pehobi filateli, membaca dan berenang ini.
Alumni Akademi Akuntasi Universitas Trisakti dan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan predikat cum laude ini mengawali karier sebagai auditor di Kantor Akuntan Publik Drs. Victor & Co. pada 1990-92. Pada 1992-97, Isman bergabung dengan PT Indosawit Subur, perusahaan patungan antara Grup Salim dan Raja Garuda Mas (RGM) dengan posisi terakhir Manajer Administrasi & Keuangan. Pada Oktober 1997 terjadi perpecahan kongsi antara Grup Salim dan RGM. Ketika itu, kebetulan BCA membentuk divisi (baru) agrobisnis yang menangani kredit perkebunan yang saat ini telah dilebur menjadi divisi kredit korporasi. Isman lantas dipercaya menempati posisi Analis Kredit Senior. Tugasnya, mengkaji proposal kredit korporasi untuk total pinjaman di atas Rp 50 miliar. Ia juga menjalin banyak relasi, salah satunya pemilik PT Cocomas Indonesia yang kemudian meminangnya.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.