Harry D. Nugraha

Harry D. Nugraha

Sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran Hotel Aston Atrium, ia menggagas sejumlah program. Debutnya adalah program Noban alias Nongkrong Tanpa Beban. Menurutnya, program ini lumayan menarik animo masyarakat untuk mengunjungi pasar senggol yang digelar saban sore di lobi lounge hotel itu. Beragam festival pun digelarnya, termasuk Aston Atrium Punya Gaye. Program yang dibesut untuk ikut memeriahkan ulang tahun Ibu Kota itu tak hanya diminati pengunjung, tetapi juga diganjar penghargaan dari Konsorsium Jakarta Great Sale yang beranggotakan antara lain Diperda dan Kadin Jakarta. Teranyar adalah Festival Merah Putih. “Ada dua sisi yang mau diraih dengan berbagai program itu, reputasi hotel dan peningkatan bisnis itu sendiri,” ungkap penggemar golf ini.

Diakui bapak sepasang anak ini, berbagai program yang digelar cukup ampuh untuk meningkatkan pendapatan bisnis hotel. “Sejak tahun 2000 digelar, setiap tahun paling tidak bisnis kami tumbuh 38%,” kata lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali ini. Bagi Harry sendiri, berkarier di dunia perhotelan merupakan hal yang menyenangkan karena bisa bertemu banyak orang. “Saya senang berteman dan menyenangkan orang lain,” kata anak ke-2 dari empat bersaudara yang memulai karier di Senggigi Beach Hotel, Lombok.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag