Eva Arisuci Rudjito

Eva Arisuci Rudjito

“Merek ini akan dikemanakan dan produk apa saja yang akan kami luncurkan, ini menuntut kreativitas,” Uci menjelaskan. Sulung dari tiga bersaudara ini dituntut bukan untuk tahu apa yang konsumen mau sekarang, tapi harus selangkah lebih tahu dari konsumen. “Harus meng-influence, me-lead konsumen untuk apa yang kami maui,” katanya. Untuk itu, kunjungan pasar merupakan pekerjaan yang harus dilakukan Uci, setidaknya sebulan dua kali, ke pasar tradisional ataupun supermarket. “Pokoknya ke tempat di mana produknya dijual,” imbuh istri Widijastoro Nugoroho yang senang travelling, membaca, dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan seni.

Lulus dari Jurusan Keuangan Binghamton University, Amerika Serikat, pada 1996, Uci langsung bergabung dengan Unilever sebagai management trainee di produk Rinso. Lalu menjadi Asisten Manajer Comfort (kini bernama Molto), kemudian Manajer Merek Hazeline & Vaseline. Kariernya terus meroket dan sempat dikirim ke Italia untuk menempati posisi Manajer Merek Global Oral Care. Dua tahun di Italia, Uci kembali ke Indonesia menjadi Manajer Pemasaran Oral Care (Close Up dan Pepsodent). Ia sempat cuti setahun, selanjutnya berpaling ke ABN Amro sebagai Komunikasi Pemasaran. “Ternyata, dunia bank tidak terlalu tepat untuk saya,” kata Uci menyimpulkan.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag