Hamonangan Siregar
Sebelumnya, ia sempat menjadi sopir angkot (1993). Toh, ia tak berkecil hati. Keinginan untuk terus mengubah nasib membuatnya tak berhenti mencari peruntungan. Karena cuma bisa menyetir mobil, ia hanya menjadi sopir ketika melamar kerja di sebuah perusahaan general trading contractor (1994). “Saya tidak mengeluh meskipun penghasilan yang saya terima jauh lebih kecil dibanding saat jadi sopir angkot,†kata Monang, sapaan akrabnya.
Ketekunan dalam bekerja membuat Monang dipercaya sebagai pengantar surat. Melihat kinerja dan potensinya, ia lalu dipercaya masuk ke divisi penjualan. Bakat dagang yang dimilikinya membuat ia kemudian didapuk menjadi Manajer Penjualan (1995). Ilmu yang didapat mendorongnya mendirikan perusahaan sendiri. Untuk memperluas jejaring, ia antara lain memanfaatkan hobi balapnya sebagai ajang lobi dengan eksekutif lainnya, termasuk Hutomo Mandala Putra. “Selain bisa saling kenal, kami bisa belajar sportivitas,†ujar ayah Aziz Arifin (lima tahun) dan Fanny Amalia (dua tahun) ini.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.