Yulia Astuti
Karena masih bekerja di sebuah perusahaan Jepang, Yulia menyerahkan operasional salon kepada adiknya yang hobi di bidang tata rias. “Saya fokus pada pemasaran dan manajemen,” ujar alumni Sastra Jepang Universitas Indonesia ini. Namun, begitu moz5 sukses hingga membuka cabang di berbagai tempat, ia memutuskan keluar dari pekerjaan. Tahun lalu, ia makin ekspansif seiring dengan banyaknya permintaan kerja sama dari teman dan pelanggan salonnya. Lewat model waralaba, moz5 kini memiliki 13 cabang yang tersebar sampai ke Bandung, Karawang, Palembang, Surabaya, Gresik, selain Jabodetabek. Ia juga membangun merek baru de moz5 yang menyasar segmen menengah-atas dan brand Chantiqa, yakni pusat treatment (massage, totok dan refleksi).
Menurut ibu dua anak ini, bentuk kerja sama yang ia tawarkan berjangka lima tahun. Selain menanamkan sejumlah uang untuk investasi, tiap bulan investor juga dikenai management fee. Pihak moz5 memberikan pelatihan serta menyediakan furnitur dan peralatan salon. Meski belakangan kian banyak yang ingin bermitra, ia mengaku tetap selektif. “Ini kerja sama lima tahun, sehingga banyak pertimbangan, apalagi kami menuntut mitra untuk terjun setiap hari,” ujarnya.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.