Myra Suraryo
Setelah dijual ke Femina, pemilik baru juga menuntut perubahan segmen, kali ini membidik wanita dewasa. Myra pun kembali menuai sukses. Rahasianya, ia memberhentikan nyaris seluruh karyawan lama, lalu mengangkat karyawan baru dan menyewa key person berpengalaman. “Harus demikian, karena beda segmen, beda karakter karyawan, maka saya me-layoff tenaga lama,†papar ibu dari Andrew (7 tahun) dan Andrea (6 tahun) ini. Orang-orang baru itu lantas diberi ruang kebebasan untuk berkreasi. Resep serupa dipraktikkan di Radio UFM Bandung yang baru dibeli Femina, dan lagi-lagi berhasil.
Pada 2006, Myra ditunjuk menangani AzuraTelemedia International, production house milik Femina yang merugi dalam empat tahun terakhir. Dalam dua tahun saja, ia berhasil membirukan nilai rapornya. “Saya ubah Azura menjadi perusahaan event management, strategic experiential marketing dan activation campaign plan and execution,†kata pehobi berat berbagai jenis film itu. Alasannya sederhana, selain sudah ada captive market dari belasan media milik Femina, tidak mungkin Azura bertanding dengan para jagoan di industri periklanan. Aksi tersebut melahirkan Azura Activation yang sukses menggelar 40 aktivasi dalam dua tahun terakhir.
Uniknya, mimpi Myra justru berada di dunia lain. “Saya ingin membuka restoran di salah satu pantai di Bali dan tinggal di sana bersama anak-anak saya,†ungkapnya seraya tersenyum.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.