Isra Ruddin Malik
Langkah konkretnya, menggairahkan kembali penjualan album compact disc (CD) RPM lewat program bundling. Maklum, gilanya pembajakan menyebabkan penjualan CD di industri musik Indonesia mati suri. Untuk mengatasinya, alih-alih menambah jumlah toko penjual, Isra yang bergabung dengan perusahaan milik Frans Limasnax, lima bulan lalu itu, langsung mencari mitra saluran distribusi baru. Salah satu yang berhasil digandeng adalah Sriwijaya Air (SA). Kini, setiap pembelian tiket SA di Jelambar, Jakarta Barat, dan Cabang Plaza Gani Djemat, Jakarta Pusat, konsumen memperoleh satu CD artis-artis RPM. Langkah serupa ditempuh dengan dua koran harian nasional, dan sebuah bank swasta asing.
Gebrakannya yang paling gres, menerapkan pola revenue sharing bagi media massa yang mengiklankan ring back tone (RBT) artis-artis RPM. Caranya, bagi 6 media massa terpilih, dengan persetujuan operator seluler, Isra memberikan kode RBT khusus dari salah satu lagu artis RPM seperti Yuni Shara, Krisdayanti, Warna dan sebagainya. Nantinya, media itu menerima imbal hasil secara transparan, karena data penjualannya diperoleh setiap 3-4 bulan dari operator seluler.
Penyuka travelling seraya berburu makanan tradisional itu sangat yakin akan keberhasilan jurusnya. “Saya lihat, label lain belum menempuh cara ini. Jadi, semoga kami berhasil karena menjadi yang pertama,†kata lajang yang mengaku banyak mendapat inspirasi dari profesi sebelumnya sebagai Head Marketing PR dan Media Relation Indosat.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.