Management Strategy

HSBC Siap Menjadi Pendamping Finansial untuk Pendidikan Anak

Steven Suryana (paling kanan)– Senior Vice President & Head of Wealth Management HSBC Indonesia

Pentingnya pendidikan ekstra di luar pendidikan formal yang diperoleh dari bangku sekolah diyakini oleh orang tua di Indonesia (71%) dalam memberikan bekal untuk masa depan anaknya kelak. Temuan ini menjadi salah satu fakta menarik yang muncul dari survei terbaru The Value of Education 2015: Learning for life yang digagas oleh HSBC bekerja sama dengan Ipsos MORI.

Munculnya temuan baru tersebut bersama dengan temuan-temuan lainnya, pada hakikatnya memberi pemahaman bahwa menyiapkan kesejahteraan masa depan anak sejak dini telah disadari sebagai salah satu kewajiban terpenting orang tua di Indonesia saat ini.

Steven Suryana, Senior Vice President and Head of Wealth Management, HSBC Indonesia, mengatakan, “Survei orang tua di Indonesia memberikan konfirmasi perlunya mitra terpercaya dalam membuat keputusan. Karenanya HSBC senantiasa mengambil peran untuk menjadi mitra finansial bagi nasabah dalam mempersiapkan pendidikan buah hati, baik bagi nasabah yang masih merencanakan pendidikan anak di kemudian hari maupun bagi nasabah yang sudah siap mengirimkan anak untuk menempuh pendidikan tinggi.”

Lebih lanjut Steven menyatakan HSBC hadir bersama beberapa mitra di bidang pendidikan guna menjawab kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah dengan Adam Khoo Learning Technologies Group (AKLTG) untuk membantu nasabah menemukan solusi dalam pembentukan karakter anak yang kuat, menyiapkan kemandirian, pengetahuan wirausaha agar dapat menghadapi tantangan di abad ke 21.

AKLTG adalah perusahaan pelatihan dan pendidikan berbasis di Singapura, yang memiliki cakupan hingga Malaysia, China, Vietnam, Thailand, India dan Indonesia. Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan HSBC dengan AKLTG adalah dengan mengadakan “21st Century Education Conference” di Balai Sarbini pada tanggal 31 Oktober 2015 silam.

Acara yang didukung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Anies Baswedan tersebut mendatangkan pembicara-pembicara terkemuka baik di Indonesia maupun dunia. Adapun topik yang dibahas antara lain adalah metode pembelajaran yang efektif, bagaimana memupuk potensi anak, perangkat pembelajaran di abad 21, pemilihan pendidikan dan karir yang tepat, serta strategi persiapan dana pendidikan anak di masa depan. Konferensi pendidikan ini dihadiri oleh 2500 peserta di antaranya nasabah HSBC, dan masyarakat luas yang mencakup para orang tua, remaja serta pendidik.

Adam Khoo, pembicara dan success coach dari AKLTG berkata, “Dari pengamatan saya 15 tahun terakhir tentang perilaku dan dasar yang dimiliki orang sukes, dunia telah mengalami sebuah perubahan paradigma dalam bekerja, beraktivitas, bermain dan menjalani kehidupan sehari-hari. Karenanya perlu kita kembangkan kecakapan abad 21 seperti teknik belajar, kemampuan beradaptasi, kreativitas dan penguasaan teknologi. Saya senang bahwa HSBC memiliki visi yang sama untuk membangun pemuda, terutama di Indonesia dan mendukung penyelenggaraan 21st Century Education Confererence.”(EVA)


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved