Melani Kurniawan
Terlahir sebagai anak pengusaha, Melani Kurniawan memiliki intuisi bisnis yang kental mengalir dalam jiwanya. Alih-alih bergabung dengan bisnis sang ayah yang sudah menggurita, kelahiran Bandung 8 Oktober 1981 ini justru memilih mengibarkan usaha sendiri. Ladang bisnis yang dilirik pun tak jauh dari hobinya. Sejak Agustus tahun lalu, ia membangun usaha breeder atau anjing peliharaan.
“Saya suka anjing, saya pikir bisnis ini belum banyak digarap di Bandung, padahal peluangnya cukup bagus,” ungkap anak kelima dari 6 bersaudara pemilik kawasan wisata dan resor Kampoeng Gajah, Ferry Kurniawan. “Usaha yang cepat balik modal ya bisnis ini,” imbuhnya sambil tersenyum.
Diakui alumni Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Parahyangan Bandung ini, bisnis breeder perlu modal besar. Ketika itu, ia hanya perlu modal Rp 25 juta untuk membeli induk anjing. Biaya operasional pun tidak terlalu besar, cukup sekitar Rp 8 juta untuk membeli makanan berkualitas bagi 40-an anjing kecil miliknya saat ini. Sementara untuk membeli induk anjing berkualitas juga tidak terlalu mahal. Padahal, sang induk dalam masa produktif bisa melahirkan sampai dua kali. “Ini bisnis yang berangkat dari hobi dan menguntungkan,” tutur pehobi olah raga ini.
Selain berbisnis ternak anjing peliharaan, ia juga mengembangkan bisnis tanaman. “Prospeknya juga bagus,” ungkapnya. Meski ikut membantu mengembangkan Kampoeng Gajah, Melani mengaku tetap akan fokus membangun usahanya sendiri. “Saya ingin belajar membangun usaha sendiri, belajar mandiri.”
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.