Tekadkan Jadi Karyawan demi Jadi Pengusaha
Banyak jalan menjadi pengusaha. Dan percaya atau tidak, salah satunya dengan bekerja pada orang lain. Loh kok bertolak belakang begitu? Ya sesungguhnya kalau dipikirkan akan terlihat jelas alasannya. Salah satunya dengan bekerja di perusahaan orang lain, calon pengusaha bisa mempelajari berbagai ilmu bisnis praktis. Bahkan dengan terlebih dulu bekerja di perusahaan orang lain kita bisa menghemat ‘biaya belajar’.
Sebagai contoh Frans Satria Pekasa (35 tahun). Pengusaha furnitur kayu jati dari Jepara dengan merek Mega Furniture ini semasa kuliah magang di lebih dari delapan perusahaan! Mulai dari perusahaan ekspedisi kapal laut, pabrik kayu Grup Djayanti, hingga kantor kantor bea cukai pernah disinggahinya. Lengkaplah pengetahuannya. “Memang tujuan saya mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Jadi ketika jadi pengusaha, sebenarnya saya sudah mempunyai banyak pengalaman,” papar Frans .
Hasilnya, dirinya mampu memahami cara mengekspor produk-produk ke luar negeri plus mengerti seluk beluk ekspor impor. Kini, setiap bulannya Frans mengekspor 12 kontainer furnitur ke berbagai negara di kawasan Eropa.
Taktik serupa diterapkan oleh Sofia Ambarini (37 tahun), konsultan bisnis spa dengan bendera PT Soul of Java Indonesia. “ Saya sejak lulus kuliah dan bekerja sudah menargetkan di usia 30 tahun harus sudah membuka bisnis sendiri, itu mimpi saya,” ujarnya yang kliennya terbentang dari Indonesia, Filipina, Cina, Hungaria, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Karena itu seraya bekerja dirinya tidak buang-buang waktu sedikitpun dalam menimba ilmu secara formal maupun informal. Sebagai contoh ketika bekerja di PT Bintan Adiwisataindo, perusahaan Grup Salim yang bergerak di bidang pembangunan theme park dan kebuh binatang di pulau Bintan, dirinya menyambi kuliah Magister Management di YAI. Kemudian di tahun 1999 dirinya bergabung sebagai export sales assistant manager di PT Yupi Indo Jelly Gum.
Setahun kemudian dirinya hijrah ke perusahaan yang menginspirasinya berbisnis spa, Martha Tilaar Group (MTG) sebagai Manajer Pengembangan Penjualan di divisi internasional yang mengurusi penjualan produk komsetik dan spa di kancah internasional. Semasa menangani divisi internasional Sofia sering menghadiri pameran kosmetik dan spa di beberapa Negara. Nah, sesudah merasa cukup mendapatkan ilmu bisnis dan pengetahuan produk, dirinya pun membesut Soul of Java Indonesia di tahun 2003. Dan terbukti dirinya sukses. ” Saya bersyukur mendapat kesempatan belajar di MTG, dan saya ketika bekerja tidak keberatan diminta rangkap tugas. Saya malah bersyukur bisa belajar banyak,” ungkap ibu dari dua anak itu. Jadi, jika Anda berkeinginan menjadi pengusaha, mulailah menjadi karyawan yang bekerja secara keras dan tentunya juga secara cerdas.