Tahun 2011 Pazia Menargetkan 20 Outlet

Tahun 2011 Pazia Menargetkan 20 Outlet

Bila Anda hobi berkunjung ke mal, pasti tidak aasing lagi dengan toko gadget Pazia. Namun, konsep yang diusung toko ini agak beda dari kebanyakan. Di Pazia, pengunjung bisa melihat-lihat gadget yang berjajar di ruang display sambil menikmati kopi atau camilan yang disediakan di kafe. Pengunjung juga bisa duduk-duduk santai di sofa. Atau, bisa juga bermain games sederhana di layar multitouch sebesar 55 inci. Bila ingin lebih seru, bisa mencoba simulator balap mobil yang lengkap dengan tuas kopling, pedal rem dan gas. Boleh jadi, Pazia lebih tepat disebut sebagai “digital convenience”. “Kami ingin menampilkan keunikan dan membuat nyaman konsumen,” ujar Yuliasiane Sulistiyawati, Presiden Direktur PT Pazia Pillar Mercycom, menjelaskan keunggulan tokonya.

Buat anak-anak, Pazia juga memfasilitasi. Ada children playground, sehingga orang tua bisa bebas mencoba produk. Jangan khawatir anak tak terawasi, karena Pazia didesain dengan sekat tembus pandang. Dan akan ditambah fasilitas Kid’s Action di outletnya.

“Perilaku belanja produk IT sekarang sudah berubah,” kata Yuliasiane. Dulu produk IT sangat identik dengan laki-laki. Mayoritas yang masuk ke toko IT adalah kaum adam. “Sekarang sudah mulai bergeser, para perempuan dan anak-anak pun sudah akrab dengan IT.

Untuk itu, Pazia mengemas konsep tokonya lebih spesifik. Ada store dengan konsep experience, ambiance, shop. Misalnya, outlet Pazia di lantai 6 FX Plaza mengusung konsep experience. “Tempatnya luas, ada kafe, multitouch dan playground,” kata dia. Sedangkan ambiance, merupakan outlet yang join dengan misalnya Blitz Megaplex dan lainnya. Kalau shop, sekadar toko biasa saja. “Tapi kami tidak tonjolkan ketiganya dalam berkomunikasi,” paparnya.

Sejak dilaunching pertengahan 2010, Pazia punya 16 outlet yang tersebar dari Bandung hingga Banjarmasin. Cukup menakjubkan. Hanya dalam waktu 8 bulan, dia berhasil membangun 16 outlet IT yang cukup berkelas. Sayangnya, Yuliasiane enggan berbagi berapa rupiah investasinya. Termasuk, ketika ditanya siapa rekanan bisnisnya, dia mengaku sendirian.

Pazia yang punya tagline “A New Concept for Your IT Lifestyle” ini menjual aneka gadget hingga aksesorisnya. Pazia melengkapi dengan produk-produk IT, dari komputer, komponen, gadget, software, kategori kebutuhan perkantoran, dan aksesoris. Untuk komputer (PC), laptop dan netbook, misalnya, dua merek menjadi dagangan utama Pazia, Acer dan. Termasuk Samsung Galaxy Tab (PC Tablet) dan LCD. Beberapa merek lain yang bertengger diantaranya, LogiTech, Microsoft (software), Garskin, dan Gateway. “Kami tidak menjual handphone. Tapi kalau smartphone, masih kami jajaki lagi,” katanya.

Yuliasianne memang tergolong ketat dalam memilih vendor. Tidak semua vendor bisa memajang produk di Pazia. “Kami mau setiap produk yang dijual ada value added dan keunikan tersendiri,” kata dia. Bahkan sampai brosur produk pun harus menyesuaikan konsep Pazia. “Nyatanya Apple juga melirik kami meski mereka punya authorized reseller di Indonesia,” kata penyandang gelar magister manajemen ilmu pemasaran dan keuangan dari Univeritas Pelita Harapan dengan status cum laude itu.

Pasokan produk Pazia lebih banyak dari pemilik merek langsung. Sebelum Pazia berdiri, PT Pazia Pillar Mercycom merupakan distributor Acer dan Samsung. Kepiawaian Yuliasianne mampu menjadikan perusahaannya sebagai distributor notebook Acer nomor satu di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut. Demikian halnya dengan Samsung. Dia berhasil menaikkan pangsa pasar Samsung dari 2% menjadi 30% dalam waktu kurang dari 2 tahun.

Ditanya merek yang paling laris, dia tidak mau berterus terang. “Tiap daerah berbeda-beda, tidak bisa menyebut merek mana paling menonjol,” ujarnya diplomatis. Termasuk bagaimana dengan pertumbuhan bisnisnya. “Ya, bisa dibilang growth-nya 100%, karena toko Pazia baru berdiri 8 bulan ini,” kata dia. Tahun 2011, dia telah menyiapkan 8 outlet lagi―lokasi masih dirahasiakan―yang tinggal menunggu waktu launching. Jadi, di tahun 2011 akan ada 20 outlet Pazia. (EVA)

# Tag