Merpati Nusantara Airline Targetkan Rp 50 Miliar

Merpati Nusantara Airline Targetkan Rp 50 Miliar

Hotlan mengklaim, hingga Maret 2005 mendatang, MMF sudah mendapat order untuk perawatan 10 pesawat dari sejumlah maskapai penerbangan nasional. Perawatan yang dilakukan mulai dari yang ringan hingga menyeluruh (overhaul). Disebutkan, sejumlah maskapai penerbangan yang pernah dan sebagian masih memanfaatkan jasa MMF, antara lain, Batavia Air, Jatayu Air, Bali Air, City Link, Dirgantara Air Service (DAS) dan Trigana Air.

Selain dari dalam negeri, lanjut Hotlan, beberapa operator penerbangan dan instansi dari luar negeri juga telah memanfaatkan fasilitas MMF yang sudah mendapat CSAR (Civil Aviation Safety Regulation) 145 dan disahkan DSKU (Direktorat Sertifikasi Keselamatan Udara) Dephub dengan nomer Aprroval Number: AMO/145/9300. Targetnya, ke depan MMF bisa beroleh sertifikasi dari Amerika Serikat (FAA) dan juga Eropa, sebagai upaya meningkatkan kualitas jasa yang diberikan.

Mengenai biaya yang dikenakan untuk pemakai jasa MMF dengan perawatan secara menyeluruh (overhaul), biayanya lebih kurang Rp 3 miliar untuk satu pesawat. Perawatan overhaul ini dilakukan untuk pesawat yang jam terbangnya sudah mencapai 4 ribu atau sekitar dua tahun beroperasi. Lamanya waktu perawatan sekitar 40 hari.

Dengan tenaga sekitar 300 orang, 50% di antaranya teknisi berlisensi (bersetifikasi), MMF telah mampu melayani perawatan pesawat berbagai jenis, mulai jenis Twin Otter, Cassa, Fokker hingga Boeing. Menurut Hotlan, pada 2004 ini pendapatan dari MMF diperkirakan sekitar Rp 15 miliar karena unit bisnis MNA ini baru beroperasi efektif sejak Agustus 2004 lalu.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag