Capital Market & Investment zkumparan

Emiten Batubara Lunasi Utang ke Bank Victoria

Jajaran Direksi BOSS. (foto : Vicky Rachman/SWA).

PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk (BOSS) melunasi seluruh utangnya ke Bank Victoria. Hal ini sesuai dengan rencana penggunaan dana hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Direktur Keuangan BOSS, Widodo Nurly Sumady,mengatakan, setelah berhasil melakukan IPO bulan lalu, perseroan sudah mulai mengalokasikan dana yang diperoleh untuk meningkatkan produksi. “Selain itu, dengan pelunasan seluruh utang ke Bank Victoria setelah IPO, maka beban utang bank tidak akan signifikan lagi di akhir kuartal I tahun 2018 ini, ” kata Widodo di Jakarta

Dengan kondisi demikian, tidaklah mengherankan jika BOSS mulai dilirik investor yang berbasis di Singapura, Grup usaha dari Northcliff Capital yang telah masuk sebagai salah satu pemegang saham perusahaan sejak Maret 2018.

Salah satu anak perusahaan BOSS yang telah beroperasi yaitu PT Bangun Olahsarana Sukses telah menandatangani kontrak penjualan dengan Glencore International sebesar 250 ribu ton (plus 20% opsi penambahan) dan PT Indo Tambangraya Megah, Tbk (ITMG) sebesar 150 ribu ton dengan opsi penambahan sebesar 50 ribu ton. Hal ini berarti sebagian besar target penjualan untuk periode April 2018 hingga April 2019 sudah dibeli oleh kedua pemain batubara raksasa ini.

Perseroan berharap peningkatan produksi dapat diwujudkan melalui kegiatan eksplorasi dan pengembangan kegiatan penambangan di beberapa wilayah izin usaha pertambangan (IUP) . Saat ini, dari 4 anak perusahaan yang dimiliki BOSS, konsentrasi eksplorasi dilakukan oleh 2 anak perusahaan, yaitu Bangun Olahsarana Sukses dan PT Pratama Bersama dengan total luas 5.335 hektar dari total 4 konsesi tambang yang dimiliki BOSS seluas sekitar 16 ribu hektar.

Jenis batubara yang diproduksi BOSS merupakan batubara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal tersebut menjadi keunggulan perusahaan untuk bisa memasuki pasar Jepang yang memiliki standar tinggi dalam mengimpor batu bara. Sedangkan dengan adanya peningkatan produksi tahun ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan hingga dua kali lipat.

BOSS yang didirikan pada 2011 adalah perusahaan tambang batubara yang memiliki empat wilayah konsesi pertambangan batubara melalui empat entitas anak usaha, yaitu membangun Olahsarana Sukses, Pratama Bersama, PT Energi Amzal Bersama dan PT Pratama Buana Sentosa dengan total area wilayah konsesi seluar 16 ribu hektar. Seluruh area wilayah konsesi berada di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur dan saling berdekatan sehingga membuat struktur biaya produksi yang kompetitif karena memungkinkan optimalisasi dan efisiensi dalam pemanfaatan infrastruktur. Produk batubara termal yang diproduksi memiliki nilai kalori yang tinggi (rata‐rata 6.300 kalori/kg) dengan kandungan abu dan belerang yang sangat rendah dan sangat diminati negara‐negara maju seperti Jepang, Korea Selatan dan lainnya.

Eksplorasi batubara yang dilakukan perseroan melalui anak usahanya mampu menarik dukungan dana dari pemerintah Jepang melalui JOGMEC sebesar US$ 3 juta di tahun 2016. Perseroan merupakan produsen batu bara pertama dan satu‐satunya di Indonesia yang memperoleh pendanaan dari pemerintah Jepang untuk melakukan eksplorasi.

Berdasarkan laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), perkiraan cadangan batubara sementara yang dimiliki di area konsesi anak usaha BOSS, yakni Borneo Olahsarana Sukses dan Pratama Bersama adalah sekitar 10.5 juta ton. Perseroan sedang melanjutkan program eksplorasi di kedua konsesi tersebut yang diyakini manajemen perseroan terdapatcadangan tambahan. Sementara itu pada area konsesi Energi Amzal Bersama dan Pratama Buana Sentosa diperkirakan memiliki sumber daya batubara dengan jumlah yang cukup signifikan untuk memberikan nilai tambah kepada perseroan di masa mendatang.

www.swa.co.id


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved