Listed Articles

Indonesia-Jepang Kerjasama Bangun Floating Dock Terbesar di Dunia

Indonesia-Jepang Kerjasama Bangun Floating Dock Terbesar di Dunia

Indonesia, eksportir batubara terbesar kedua di dunia, berencana membangun dermaga mengambang (floating dock) senilai US$1,2 miliar melalui kerjasama dengan Jepang. Pembangunan tersebut memungkinkan pengiriman bahan bakar lebih cepat ke kapal yang lebih besar.

Pembangunan yang disebut mega-float, ini ditambatkan di lepas pantai Kalimantan Timur dan dikerjakan 2014 mendatang, ujar direktur Kementerian Perdagangan Jepang, Hidenobu Teramura. Dermaga tersebut lebih panjang daripada delapan Airbus SAS A380 superjumbo.

Proyek ini akan menjadi terminal apung terbesar di dunia dan menjadi bagian dari target Jepang dalam mengekspor teknologi infrastruktur serta menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang stagnan. Di sisi lain, Indonesia tengah mencari cara untuk memacu dunia pertambangan di Kalimantan, kawasan yang paling kaya sumber daya alam, yang sempat terbentur masalah infrastruktur tidak memadai.

“Ini menjadi salah satu cara mengatasi masalah infrastruktur Kalimantan yang sudah menjadi perhatian utama bagi investor asing dan lokal,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Supriatna Suhala.

Batubara tersebut akan menyediakan sebagian besar bahan bakar untuk pembangkit listrik di Asia Tenggara, apalagi kebutuhan listrik akan meningkat tiga kali lipat pada 2030, berdasarkan keterangan Wood Mackenzie Research Consultancy. Indonesia dan Jepang akan membicarakan proyek ini di Bali, 30 Mei mendatang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji melipatgandakan biaya infrastruktur menjadi US$140 miliar, hingga 2014 untuk mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,6%.

Batubara berharga US$124 per ton kuartal ini dan diperkirakan meningkat menjadi US$127 di kuartal ketiga, ungkap analis Standard Chartered di Singapura dalam laporannya 10 Mei lalu. Harga batubara di Indonesia diperdagangkan pada harga US$117,61 per metrik ton pada Mei, turun dari US$122,02 pada April.

Indonesia memproduksi 325 juta ton batubara pada 2010, termasuk pasokan dari PT Bumi Resources, PT Kaltim Prima Cal dan PT Adaro Energy’s Tutupan. Kawasan Kalimantan memproduksi lebih dari setengah jumlah total produksi batubara di Indonesia.

Jepang memang sedang melirik konsumen luar negeri terkait pertumbuhan populasi, deflasi dan suramnya prospek ekonomi negara mereka, bahkan sebelum peristiwa gempa bumi dan tsunami.

Japan Coal Energy Center, dikenal dengan nama J-Coal, direncanakan akan menyelesaikan studi mega-float Indonesia, tahun ini. Jepang mungkin menawarkan pinjaman ke Indonesia berupa proyek yang menetapkan setidaknya 30% material yang digunakan dalam pembangunan tersebut berasal dari Jepang. Aturan ini memberikan kesempatan besar bagi perusahaan Jepang seperti IHI Corp, Mitshubishi Heavy Industries Ltd dan Nippon Steel Corp.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved