Management Trends zkumparan

Pendidikan Akuntansi Dual City Campus Jakarta – Singapura

Sebagai lembaga pendidikan akuntan profesional berkualitas internasional, London School of Accountancy and Finance (LSAF) Global terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga, organisasi, institusi, dan perusahaan nasional dan internasional.

Kerja sama itu untuk meningkatkan kualitas kurikulum, peluang pelatihan dan pemagangan, peluang internship, maupun untuk penempatan kerja bagi lulusan.

“Salah satu bentuknya, kami menandatangani nota kesepakatan kerja sama untuk mengembangkan program pendidikan akuntansi berstandar internasional Dual City Campus Jakarta – Singapura,” kata CEO Singapore Accountancy Academy (SAA) Global Education, Dr Sam Malafeh di Jakarta (25/7/2018).

Manish Gidwani, CEO & Founder LSAF Global, menambahkan, dengan konsep Dual City Campus ini, akan memberikan peluang kepada mahasiswa di Indonesia untuk mendaftar kuliah di LSAF Global di Indonesia, membayar kuliah dengan mata uang Rupiah, dengan fleksibilitas kapan pun untuk kuliah di Indonesia dan/atau di Singapura sesuai dengan keinginan dan perencanaan dari siswa sendiri dengan standar kualitas yang sama.

LSAF Global merupakan satu-satunya institusi pendidikan akuntansi di Indonesia yang mengantongi sertifikat Gold Approved Learning Partner dari Association of Chartered Certified Accountants (ACCA). Kedua institusi, LSAF Global dan SAA Global Education adalah mitra ACCA, yang merupakan badan global untuk akuntan profesional paling maju di dunia.

“Program ini bagus untuk mahasiswa Indonesia yang ingin belajar akuntansi dan menekuni profesi akuntan professional. Sekaligus peluang mendapatkan pengalaman kerja dalam lingkungan pergaulan internasional. Ini juga akan sangat membantu untuk bisa kuliah di universitas terkemuka dengan biaya yang relatif jauh lebih terjangkau bagi kebanyakan siswa di Indonesia,” tambah Sam.

Kepala Perwakilan ACCA di Indonesia, Conny Siahaan, mengatakan bahwa kemitraan antara LSAF dan SAA ini adalah contoh bagaimana ACCA dan para mitranya bekerja bersama untuk mencapai visi strategis kami untuk menjadi nomor satu dalam mengembangkan profesi akuntan yang dibutuhkan dunia.

Menurut Conny, sebagai mitra ACCA Learning Providers, kemitraan ini ikut membantu Indonesia untuk mengembangkan profesi akuntan, mendukung dan membuka peluang karier global bagi mahasiswa dan anggota ACCA di Indonesia, terutama di era Masyarakat Ekonomi ASEAN dimana permintaan untuk akuntan profesional sangat kuat.

“Kami berharap ACCA dapat membantu industri di Indonesia dan para akuntan muda, sehingga dapat bersaing. Bahkan, mengambil peran utama di pasar global,” ujar Conny tentang latar belakang kerja sama ini.

Leong Soo Yee, Direktur ACCA untuk ASEAN & ANZ, mengatakan, saat ini ACCA merupakan badan global terbesar untuk akuntan profesional. Lembaga ini didirikan di Inggris pada 1904, dan kini memiliki lebih dari 208.000 anggota dan 503.000 siswa di 179 negara.

Kini, ACCA memiliki 104 kantor perwakilan dan bekerja sama dengan 7.300 approved employers. Visi ACCA di tahun 2020 adalah menjadi nomor satu dalam mengembangkan akuntan profesional yang dibutuhkan dunia.

ACCA baru saja melakukan perubahan terhadap kualifikasi selama dua tahun terakhir ini dan bekerja sama dengan ACCA Learning Providers untuk untuk memiliki perpaduan yang tepat antara keterampilan teknis, etika dan profesional. “Itulah mengapa kualifikasi kami dirancang dengan fokus dunia nyata yang mempersiapkan siswa kami untuk kehidupan profesional di tempat kerja.” tambah Leong Soo Yee.

SAA Global Education adalah institusi pendidikan akuntansi di Singapura, yang berdiri sejak lebih 30 tahun lalu. Pada 2017, institusi ini diambil alih manajemennya oleh Mmalvern International, perusahaan internasional berbasis di London dan terdaptar di bursa saham Singapura.

Dengan terjalinnya ikatan kerjasama ini, kini juga menjadi terbuka peluang bagi mahasiswa LSAF Global untuk melanjutkan pendidikannya pada jenjang S-1 maupun S-2 pada University of London dengan cukup menjalani kuliahnya di Jakarta dan beberapa modul dijalani di Singapura. Tentu ini peluang yang sangat menguntungkan bagi siswa, karena untuk biaya kuliah di London diperlukan biaya rata-rata setidaknya 20.000 poundsterling per semester, atau sekitar Rp 400 juta per semester, atau sekitar Rp 800 juta setahun.

Sementara dengan mengikuti program Dual City Campus ini, cukup dengan biaya Rp 150 juta untuk 3 tahun program pendidikan hingga selesai. Selain itu, karena kedua institusi ini telah sama-sama terdaftar anggota ACCA, maka bagi setiap lulusannya akan langsung mendapatkan dua sertifikat sekaligus, yakni sertifikat akademik dan sertifikat profesi akuntan anggota ACCA. Alhasil, lulusannya bisa langsung masuk pasar tenaga kerja. Peminat lulusan SMA bisa langsung mendaftar untuk mengikuti program internasional ini.

Menurut Manish Gidwani, kebutuhan dan peluang kerja akuntan profesional di Indonesia sangat tinggi, sekitar 452 ribu. Sementara data dari Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, hanya tersedia 16 ribu akuntan profesional.

Melalui kerja sama LSAF Global dengan SAA Global Education ini juga terbuka peluang bagi siswa LSAF Global untuk praktek kerja intership di perusahaan-perusahaan besar di Singapura dan London. Sehingga lulusan Indonesia akan bisa cepat diserap oleh pasar tenaga kerja global. Ini memperluas kesempatan praktek kerja internship bagi siswa LSAF Global, dari yang selama ini biasa dilakukan pada Kantor Akuntan Publik di Singapura dan Malaysia.

Bentuk kerja sama ini juga bisa dijadikan contoh model masuknya institusi pendidikan luar negeri ke Indonesia. Jadi yang masuk ke Indonesia itu programnya, bukan institusinya. Tenaga kerja pelaksana program ini tetap orang Indonesia.

www.swa.co.id


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved