Laba Bersih BCA Rp11,4 Triliun di Semester I-2018

Selama enam bulan pertama tahun 2018, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) mencetak laba bersih sebesar Rp 11,4 triliun. Angka ini meningkat 8,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp10,5 triliun.
Menurut Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, kenaikan laba didorong oleh pendapatan bunga bersih yang naik 6,9% (year on year). Sedangkan, biaya operasional bank naik 8,3% (year on year). Biasanya laba bersih BCA tumbuh double digit. Sebagai contoh, laba bersih BCA pada semester I/2017 tumbuh 10% dan pada semester I/2016 naik 12,1%.
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, menjelaskan, kecilnya pertumbuhan laba bersih BCA tahun ini disebabkan Net Interest Margin (NIM) BCA yang terus menurun. Adapun posisi NIM BCA pada semester I/2018 sebesar 6,0%, lebih rendah dari posisi semester I/2018 yang sebesar 6,3%. Menurutnya, kondisi makro ekonomi saat ini menyebabkan BCA sulit menaikkan suku bunga pinjaman/lending rate.
Hingga akhir Juni 2018, portofolio kredit BCA tercatata Rp 494 triliun, tumbuh 14,2% dibandingkan posisi yang sama di tahun sebelumnya. “Pertumbuhan kredit BCA cukup positif pada semester I tahun 2018 karena ditopang kenaikan aktivitas bisnis nasabah selama periode perayaan Idul Fitri dan pertumbuhan kredit di sektor korporasi,” jelas Jahja, saat paparan kienerja semester I 2018 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta .
Portofolio kredit tersebut, tercatat korporasi tumbuh 19,1% secara tahunan menjadi Rp 191,4 triliun. Kredit komersial dan UKM tumbuh 15,1% menjadi Rp 174,8 triliun. Sementara di segmen kredit konsumer, kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 8,1% menjadi Rp 41,3 triliun, kredit pemilikan rumah (KPR) naik 4% menjadi Rp74,6 triliun.
Sementara, rasio kredit bermasalah (NPL) pada akhir Juni 2018 berada di posisi 1,4 persen. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 187,8% . Dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 12,7% menjadi Rp 481 triliun.
www.swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.