E-Commerce Kuasai 63% dari Total Belanja Iklan 2017

Eksekutif Direktur Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, mengatakan, di Indonesia, e-commerce menguasai 63% dari total belanja iklan sepanjang 2017 lalu. Nilainya pun cukup besar yakni mencapai Rp 4,6 triliun. Di urutan kedua adalah produk perawatan rambut yang menguasai 47% dengan nilai Rp4,1 trilun dan urutan ketiga adalah pemerintah dan partai politik, yang menguasai 21% dengan nilai Rp2,7 trilun.
“Mereka tidak hanya beriklan di commercial break , tetapi juga mengisi atau masuk menjadi sponsorship di program televisi,” jelas Hellen. Strategi belanja iklan lainnya dari e-commerce adalah menjadi soponsor utama dari dua perhelatan besar yakni WOrld Cup dan Asian Games. di kedua perhelatan tersebut, e-commerce berkontribusi 21% dari total iklan yang mendukung acara tersbeut.
Nielsen juga telah meriset lebih jauh mengenai belanja iklan di platform digital. Ternyata e-commerce lebih banyak menempatkan iklannya di kanal video striming Youtube (60 – 90%), lalu di urutan kedua adalah di portal berita online rata-rata 15 – 20 %.
Agresivitas e-commerce mengeluarkan bujet untuk belanja iklan ini tidak lain didorong oleh semakin maraknya aktivitas belanja online oleh masyarakat. Hasil riset Nielsen menunjukkan 30% dari 90% pengguna aplikasi belanja online itu berbelanja online paling sedikit satu kali dalam seminggu. Kemudian jumlah uang yang dibelanjakan, 67% di bawah Rp500 ribu, tetapi ada juga yang 13% belanjanya di atas Rp1 juta rata-rata transaksinya.
Lalu apa saja yang dibeli ? Ternyata produk fesyen adalah yang nomor satu paling banyak dibeli lewat online, 71% orang yang berbelanja online membeli fesyen. Lalu di urutan kedua adalah gadget atau elektronik (44%), ketiga tiket berpergian dan memesan hotel (36%). Dalam setahun nilai perputaran uang dari transaksi bisnis online shopping mencapai Rp74 triliun (data Nielsen tahun 2016).
Editor : Eva Martha Rahayu
www.swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.