Hitachi dan Mitsubishi Gagal Merger
Hitachi Ltd dan Mitsubishi Heavy Industries, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, gagal melakukan pembicaraan merger. Informasi ini menghancurkan harapan masyarakat terkait terobosan ‘perkawinan’ dua konglomerat tertua di Jepang.
Suspensi pembicaraan hadir setelah berita pertama muncul Kamis lalu bahwa kedua perusahaan, yang memiliki jejak sejarah lebih dari 100 tahun, tengah mendiskusikan kombiasi terbatas dari beberapa bisnis mereka seperti operasionalisasi daya generasi lanjutan dan smart grid, yang berujung pada merger.
Namun, tiga sumber milik Reuters mengklaim bahwa pembicaraan merger itu terhenti karena Hitachi mengejar merger penuh namun Mitsubishi Heavy memilih menggabungkan beberapa operasi yang dipilih. Juru bicara Mitsubishi Heavy mengatakan bahwa tidak ada informasi baru yang bisa diungkapkan ke publik selain tidak ada rencana untuk persetujuan merger. Di sisi lain, Hitachi menolak berikan komentar. Saham Hitachi turun 4% dan Mitsubishi jatuh 4,7%.
“Hitachi dan Mitsubishi Heavy memiliki sejarah panjang dan ini berarti budaya perusahaan tersebut sangat berbeda sehingga menyulitkan keberadaan merger,” kata Mitsuhige Akino, kepala manajer investasi di Inchiyoshi Investment Management. “Mereka harus benar-benar memikirkan langkah merger. Bila ini dilakukan, tindakan tersebut menjadi semacam katalis bagi perusahaan Jepang lain.”
Merger itu dapat menciptakan pendapatan US$ 150 miliar dan memberikan dorongan untuk pemangkasan biaya, unsur yang penting jika dua perusahaan mampu mengatasi penguatan yen dan persaingan global yang semakin ketat. Berdasarkan data Reuters, pengambilalihan Mitsubishi Heavy, termasuk utang, bisa mengeruk uang Hitachi setidaknya US$ 28 miliar. “Kami pikir, minat Hitachi dalam emrger itu mungkindidorong oleh keprihatinan atas rendahnya daya saing dalam bisnis infrastruktur sosial,” ujar Takeo Miyamoto, analis Deutsche Securities.
Hitachi, konglomerasi dengan 900 unit perusahaan yang membuat segala hal, termasuk penanak nasi hingga reaktor nuklir. Proyeksi tahunan bisnis mereka di 2011 mencapai US$ 120 miliar dengan pegawai lebih dari 360 ribu orang. Di sisi lain, Mitsubishi Heavy merupakan pemimpin produksi pesawat Jepang, kontraktor pertahanan, produsen kapal dan pemimpin integrator sistem untuk program luar angkasa Jepang. Mitra utama Boeing Co ini memiliki penjualan tahunan mencapai 3 triliun yen dengan 69 ribu pegawai di seluruh dunia.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.