The Regent Bersolek Abis Sebelum Buka Lagi

The Regent Bersolek Abis Sebelum Buka Lagi

Aktivitas lebih nyata terlihat di The Deli, toko roti yang menjual croissant, sandwich dan es krim untuk pelanggannya, baik tamu yang menginap maupun pengunjung hotel. Kesibukan serupa juga ditunjukkan The Cellar & Libraries yang terkenal di kalangan kelas atas Jakarta dengan koleksi cerutu dan anggurnya. Sekilas, tampang para karyawan hotel ini tampak ceria, setelah sempat ketar-ketir soal keberlangsungan sumber rezeki mereka itu.

Kondisi ini sangat kontras dengan saat bencana datang menimpa hotel yang dikelola jaringan manajemen hotel Four Seasons itu, pada 2 Februari 2002. Banjir bandang yang melanda Jakarta, juga menyerbu masuk ke hotel yang terletak di salah satu sudut kawasan Kuningan ini. Air bah yang menggenangi lantai dasar hotel menyebabkan rusaknya seluruh sistem kelistrikan semisal sistem lift, dan sistem pengelolaan hotel lainnya. Foto di sebuah surat kabar nasional pada saat peristiwa itu terjadi, dengan jelas merekam upaya manajemen dan karyawan hotel mengevakuasi beberapa tamu mancanegara ke lokasi yang tak tergenang.

Bencana banjir itu amat memukul. Tak lebih ringan dari nasib yang dialami Hotel Shangri-La Jakarta, yang terpaksa sempat ditutup karena dilanda demo karyawan. Nah, akibat banjir, Hotel The Regent yang dimiliki PT Permadani Khatulistiwa Nusantara (PKN) — anak perusahaan Grup Kodel — pun terpaksa menutup sementara operasionalnya. Masih bagus, seluruh karyawan, meski tidak bekerja, tetap diberi gaji pokok. Selama masa ini, sebagian staf hotel ditempatkan di berbagai jaringan hotel Four Seasons di mancanegara.

Menurut General Manager The Regent, Fazal Samad, segera setelah dampak banjir berhasil diatasi, hotel yang resmi beroperasi sejak 10 Oktober 1995 ini langsung melakukan renovasi. Fokus utama renovasi adalah membuat hotel tetap dapat beroperasi meskipun suatu ketika banjir datang lagi. Lantai dasar bangunan hotel ditinggikan sehingga diperkirakan tidak akan tergenang. Akan tetapi, manajemen hotel tetap mempertahankan desain, struktur dan elemen asli yang menjadi cirikhas hotel ini.

Selain meninggikan bagian dasar bagunan, interior hotel juga dipercantik. Dinding gedung hotel dicat ulang, tanpa mengubah warna awal. Hasilnya bisa dilihat sekarang: The Regent tampak lebih fresh. Kayu-kayu pintu dan kusen jendela dipelitur ulang. Seluruh furnitur di lobi diganti dengan yang baru, termasuk karpet yang diimpor langsung dari Singapura. Adapun perabot kamar tidur — tempat tidur, bangku meja, meja rias dan almari — tetap dipertahankan, hanya tata letaknya yang diubah. Untuk keperluan renovasi hotel, manajemen menyewa jasa HL Lim & Associates Pte. Ltd. dari Singapura sebagai konsultan desain interior.

Samad mengakui, dibutuhkan waktu cukup lama untuk mengembalikan citra The Regent yang sempat terpuruk. Namun, ia yakin, kelebihan yang dimiliki The Regent akan membuat para tamu kembali berkunjung ke hotelnya. Ia mengklaim, hotelnya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki hotel bintang lima lainnya di Jakarta. Salah satunya, layanan dengan sentuhan personal yang diberikan karyawan hotel kepada setiap tamu. “Ini yang membuat tamu merasa seperti di rumah sendiri,” katanya setengah berpromosi.

Rencananya, proses reopening The Regent akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 4 Agustus 2003, meliputi pembukaan seratus unit kamar di Tower Wing, Regent Club, dan seluruh lantai klub yang sudah direnovasi dengan gaya kotemporer. Selain itu, Lobby Lounge, Seasons Cafe, the Steak House, The Bar, The Cellar & Libraries dan The Deli juga mulai dibuka resmi, meskipun seminggu sebelum pembukaan sudah bisa dinikmati para tamu. Sementara itu, pembukaan tahap kedua akan meliputi ballroom dan resto Cina Lai Ching yang menyajikan sajian ala Kanton.

Upaya cukup serius juga dilakukan manajemen untuk menarik tamu. Termasuk, memberlakukan harga perkenalan spesial sebesar Rp 550 ribu++ untuk menginap semalam, sudah termasuk makan pagi untuk dua orang. Pihak manajemen hotel menawarkan harga khusus ini kepada tamu loyal yang terdaftar dalam database hotel. Promosi sudah dilakukan 6 bulan sebelum pembukaan. Manajemen sampai merasa perlu menelepon para tamu tetap hotel ini satu per satu dan menginformasikan beroperasinya kembali hotel ini.

Upaya lainnya, mengunjungi perusahaan yang tercatat sebagai pelanggan loyal. Menurut Samad, ada banyak perusahaan di Jakarta yang menjadi tamu tetap The Regent, semisal perusahaan keuangan, pertambangan, minyak, gas dan kedutaan besar. Kebanyakan tamu The Regent selama ini adalah pelaku bisnis dari mancanegara.

Soegeng Sarjadi, komisaris PKN, mengatakan bahwa seluruh biaya operasional selama hotel terhenti diperoleh dari klaim asuransi yang dikeluarkan PT Ramayana Insurance. Namun, ia menolak menyebutkan jumlah dana yang diterima The Regent sebagai kompensasi musibah. “Cukup besarlah, termasuk untuk membayar gaji seluruh karyawan selama 18 bulan,” ujarnya.

Soegeng yakin, The Regent akan kembali seperti sebelumnya, mengingat hotel ini dikelola Four Seasons, salah satu operator hotel terkemuka di dunia. Apalagi, lanjutnya, Four Seasons saat ini juga bermitra dengan Citigroup untuk menjaring tamu. Ditambahkannya, The Regent juga melengkapi diri dengan sertifikat dari Sucofindo yang menjamin hotel ini tak bakal kebanjiran lagi.

Optimisme Soegeng dipicu prestasi The Regent. Ia mengklaim, sebelum musibah banjir datang, tingkat okupansi The Regent mencapai 80%. Selain itu, ia juga memperkirakan, “Dalam waktu lima tahun ke depan nilai propertinya bisa mencapai US$ 60-70 juta.”

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag