Tony Chen, Bos Baru Microsoft Indonesia

Tony Chen, Bos Baru Microsoft Indonesia

Adalah sebuah kebanggaan memimpin perusahaan sebesar Microsoft. Di mata Tony, Microsoft selalu menghadirkan tantangan besar bagi siapa pun yang bekerja atau memimpin perusahaan ini. Selain oleh nama besar, juga keunggulan produk yang telah puluhan tahun terbukti. Praktis, semua perusahaan modern di zaman sekarang memakai produk Microsoft.

Tony bergabung dengan MI sejak Maret 2002. Ia tidak langsung menjadi bos, tetapi dimagangkan sebagai Enterprise Business & Partner Group. Karier Tony sebelumnya sebagai Direktur Penjualan Country Oracle. Ia juga pernah menjadi Manajer Country Dun & Bradstreet Software, dan Andersen Consulting. Jauh sebelumnya, lelaki ini memulai kariernya dari Gema Widia, distributor komputer. Ketika tawaran datang untuk memimpin MI, kesempatan itu langsung dia sambar.

Sebenarnya, terdapat tiga kandidat kuat bos di MI. Toh, Tonylah yang akhirnya terpilih. “Saya tidak tahu kenapa akhirnya saya yang dipilih. Saya beruntung berada di sini yang tidak lagi membutuhkan proses sosialisasi yang panjang. Saya tidak mendapat hambatan yang berarti,” paparnya.

Namun, beberapa sumber SWA menyebutkan pilihan terhadap Tony berdasarkan jam terbang yang di atas rata-rata. Hampir 15 tahun lebih kariernya dihabiskan di bidang teknologi informsi (TI), khususnya software. Sosok Tony yang kalem juga dipandang hebat atas berbagai pengalamannya di bidang enterprise business. Nah, salah satu pertimbangan MI merekrut Tony untuk menata dan men-support bidang enterprise business MI.

Kebesaran nama Microsoft praktis juga melahirkan tanggung jawab besar bagi Tony. Salah satunya, membawa MI ke level kesuksesan berikutnya baik dari sisi bisnis maupun nonbisnis. Nonbisnis adalah yang terkait erat dengan internal people development MI. Adapun yang eksternal: bagaimana agar MI bisa berperan dalam pembangunan bersama pemerintah dan institusi pendidikan.

Ini merupakan kelanjutan dari apa yang telah dilakukan Andrew, CEO sebelumnya. Oleh Andrew, MI telah meraih beberapa milestone, baik dari sisi pertumbuhan usaha maupun hubungan dengan pemerintah. Dalam pertumbuhan, misalnya, dua tahun berturut-turut, Andrew mempertahankan pertumbuhan 30%-40%, dengan kontribusi terbesar dari sektor enterprise business.

Lantas, berapa pertumbuhan yang ditargetkan Tony? “Mempertahankan tingkat pertumbuhan yang ada. Naik sedikit sudah bagus,” ujarnya diplomatis. Tony tampaknya sangat berhati-hati soal ini mengingat kondisi pasar yang ada. Kondisi lokal yang sering berubah-ubah menjadikan CEO — khususnya di perusahaan TI seperti MI — harus ekstra hati-hati menetapkan target.

Yang pasti, kerja sama dengan pemerintah dan perguruan tinggi yang selama ini terjalin dengan baik akan terus ditingkatkan. Beberapa waktu lalu, MI kembali menandatangani kerja sama dengan beberapa universitas, termasuk ITB. Dari kerja sama ini dimungkinkan mahasiswa dapat memanfaatkan produk legal Microsoft secara leluasa.

Tony sempat kaget ketika beredar kabar bahwa rekrutmen dirinya dari Oracle sebagai strategi Microsoft mencaplok pasar Oracle. “Saya kaget mendengar isu itu,” ujarnya. Yang sebenarnya, ditegaskan Tony, perubahan orientasi Microsoft terhadap pasar kini lebih menekankan pada customer and partner experience/satisfaction. Artinya, sebisa mungkin Microsoft berupaya memberikan nilai tambah yang lebih kepada pelanggan dengan berbagai produk solusi yang dimiliki. Dengan demikian, kepuasan pelanggan secara bertahap bisa ditingkatkan lagi.

Juga, kesadaran bahwa dalam menjalankan bisnis, Microsoft tidak bisa melepaskan diri dari peran para partner. Di bagian ini, Tony juga mencurahkan perhatian besar dalam memimpin MI. Langkah yang akan dan telah dilakukan sebelumnya adalah terus memberikan berbagai pelatihan bagi para partner (people development), atau bahkan kesempatan dan peluang usaha. Tony tengah menyiapkan pula sebuah proyek besar, yakni mengembangkan beberapa produk Microsoft berbasis bahasa Indonesia. Proyek ini diharapkan selesai beberapa bulan mendatang.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag