Ekspor Elektronik Diproyeksikan Naik 10%
Proyeksi tersebut, menurut Rachmat, berdasarkan pada harga barang elektronik yang diproduksi di Indonesia beda tipis dengan harga barang elektronik dari Cina di pasar internasional, seperti Amerika Serikat (AS). Padahal Cina selama ini “ditakuti” karena mampu memproduksi barang dengan efisiensi yang tinggi, sehingga harga produknya bisa lebih bersaing dibandingkan produk sejenis dari negara lain. Oleh karena itu, industri elektronik ini merupakan industri yang memiliki daya saing yang cukup tinggi dan memiliki prospek yang bagus di masa depan sebagai salah satu industri unggulan ekspor bagi Indonesia.
Berdasarkan data BPS tahun 2003, ekspor elektronik Indonesia mencapai US$ 6,1 miliar atau turun sekitar 8,1% dibanding 2002 yang mencapai US$ 6,7 miliar. Hingga periode Januari-September 2004 ekspor elektronik mencapai US$ 5,3 miliar atau naik 17,46% dibandingkan periode yang sama 2003 yang mencapai US$ 4,5 miliar. “Pemerintah harus lebih serius memperhatikan industri ini, karena saat ini hampir seluruh pemain elektronik dunia sudah menanamkan investasinya di Indonesia. Pemerintah tinggal mengatakan akan memberi insentif ini itu, pasti mereka akan menambah investasi lagi,” ujar Rachmat.
Menurutnya, jika pemerintah serius mengembangkan sektor ini untuk jangka menengah, maka diperkirakan investasi dan ekspor akan meningkat dua kali lipat, yakni naik menjadi sekitar US$ 16 miliar dan investasi naik sampai US$ 1 miliar sampai 2009. Hal itu bisa terjadi karena industri elektronik akan menarik perusahaan industri pendukungnya untuk berinvestasi pula di Indonesia guna memperkuat daya saing industri produk jadi industri elektronik tersebut.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.