Elaine Marlene
Saat kuliah di Jurusan Administrasi Bisnis Northeastern University, Boston, Amerika Serikat, Elaine Marlene melihat teman-temannya menghabiskan ratusan dolar hanya untuk sebotol wine saat berpesta. Ia lantas berinisiatif menawarkan kue yang dipanggangnya memakai oven kecil miliknya di kamar kos. Ternyata mereka antusias menyambut kuenya.
Ketika pulang ke Indonesia awal 2010, teman-temannya pun menyarankan ia membuka toko kue yang menyediakan penganan khusus dessert. Singkat kata, Elaine berhasil diyakinkan bahwa keunikan tart karamel, cupcake, makarun dan tart lemon buatannya dengan perpaduan rasa manis, asam dan pahit dengan tekstur crispy akan merebut hati konsumen. Jadilah, Agustus tahun lalu, Elaine mendirikan PT Bittersweet Indonesia, berupa miniresto di Plaza Indonesia lantai tiga. Modalnya US$ 5 ribu dari kocek sendiri dan dua partner silent. Lokasi toko, menurut wanita 24 tahun ini, disesuaikan dengan target pasarnya, meski harga cake dan pastry Elaine berkisar Rp 10-40 ribu.
Pesanan ternyata lebih banyak dari segmen korporat. Sekali pesan, korporat bisa menyumbang pemasukan berkali lipat dari penjualan toko. Meski enggan membeberkan berapa omsetnya, ia mengaku sudah balik modal hanya dalam hitungan bulan.
Promosi menggunakan jaringan pertemanan. “Saya dulu menjadi fashion buyer. Jadi, banyak teman yang merekomendasikan,” katanya. Perempuan yang aktif di Yayasan Pansophia yang bergerak di bidang pendidikan usia dini sebagai Manajer Operasional & Humas itu pun berencana ekspansi. “Tahun depan, kami akan membuka cabang di Bali. Di sana, prospeknya cukup besar,” kata Elaine, yang juga berencana membuka cabang di Singapura.
Sigit A. Nugroho
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.