Listed Articles

Jatuh Drastis, Mata Uang Asia Terparah Sejak 1997

Jatuh Drastis, Mata Uang Asia Terparah Sejak 1997

Mata uang Asia jatuh drastis hingga mencapai titik terendah selama lebih dari satu dekade. Kerugian bulanan ini terkait kekhawatiran beberapa negara Eropa yang terseok-seok membayar utang serta permintaan terhadap mata uang dolar yang semakin melambat.

Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index turun 3,9% bulan ini hingga 114,98, penurunan terbesar sejak Desember 1997, pada bursa Hong Kong di 11: 25 siang, waktu setempat. Mata uang won turun 9,6% menjadi 1.179,95 per dolar. Selain itu, dolar Taiwan turun 5% menjadi NT$30,556 dan ringgit Malaysia turun 6,9% menjadi 3.,1918, berdasarkan data Bloomberg. Mata uang baht dari Thailand terdepresiasi 3,9% menjadi 31,17. Inilah angka terburuk sejak Maret 2011.

“Keterpurukan itu muncul akibat resesi di Eropa dan kami melihat adanya penyesuaian posisi pasar untuk menghindari risiko,” ujar Roy Teo, ahli strategi mata uang di ABN Amro Private Bank, Singapura. “Ekonomi Asia dan mata uang tidak akan terhindar dari pertumbuhan global yang menurun.” International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi untuk pertumbuhan global di 2011, dari 4,3% menjadi 4%.

Untuk pertumbuhan global di 2012, turun pula dari 4,5% menjadi 4% akibat beberapa ‘hancurnya’ negara Eropa akibat krisis utang. Bank sentral di Malaysia dan Indonesia menegaskan dalam dua minggu terakhir bahwa mereka melakukan intervensi untuk mendukung mata uang mereka. Hal senada juga mungkin dilakukan oleh India, Korea Selatan dan Thailand. “Mata uang Asia berada di bawah tekanan karena dana terus keluar seiring investor menolak risiko, terutama akibat krisis utang Eropa,” ujar Kozo Hasegawa dari Sumitomo Mitsui Banking Corp. “Sentimen tersebut mungkin tidak akan pulih dalam waktu dekat.”

“Krisis utang Eropa akan terus mendominasi sentimen pasar setidaknya dalam satu bulan ini,” ujar Kim Dong Hyun dari Korea Exchange Bank. Investor akan terus memperhatikan data perdagangan setelah surplus current-account yang terjadi pada Agustus lalu. Rupiah jatuh o,4% menjadi 8.824, berkontribusi turun 3,3% di bulan ini. Rupee dari India pun turun 5,9% menjadi 48,96 per dolar bulan ini. Peso turun 2,5% menjadi 43,84 per dolar serta yuan turun 0,1% menjadi 6,3867.


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved