10 Konsultan Arsitek Terlaris
Cahyono Siswanto, konsultan riset BCI Asia, mengungkapkan, tidak ada pemeringkatan dalam daftar 10 perusahaan konsultan tersebut. Alasannya, pertama, biasanya perusahaan ini tidak bekerja sendiri tapi bermitra dengan perusahaan sejenis lain membentuk konsorsium. Kedua, pihak BCI Asia sendiri tidak tahu persis berapa fee yang secara riil diterima perusahaan konsultan tersebut, menurutnya, karena menyangkut rahasia perusahaan. Ketiga, tujuan peluncuran daftar 10 perusahaan konsultan arsitek itu bukan untuk melihat siapa yang unggul, tetapi hanya menunjukkan 10 pemimpin pasar di bidang arsitektur.
Untuk mendapatkan 10 nama perusahaan di atas, Bobby Rahadian, Konsultan Riset BCI Asia, menjelaskan, perusahaan ini menggunakan dua kriteria. Pertama, nilai proyek yang mereka tangani. Kedua, keberhasilan perusahaan-perusahaan tersebut dalam memadukan antara pekerjaan arsitek sebagai seni dan sebagai pekerjaan komersial. Alhasil, pekerjaan mereka diakui dan diterima pasar, sehingga sebagian pekerjaan mereka bisa terealisasi.
Penelitian ini dilakukan BCI Asia dengan cara mewawancarai sekitar 100 ribu arsitek, kontraktor dan pengembang kenamaan. Selain itu, kesimpulan tersebut diambil setelah mencermati 40 ribu data proyek struktur rancang bangun dengan total nilai proyek mencapai US$ 400 miliar di Indonesia. Dari data setahun terakhir ternyata nama mereka paling sering muncul.
Dari hasil penelitian terlihat bahwa 10 perusahaan tersebut pada dasarnya memiliki kemampuan yang fokus di bidang tertentu. Juga, dalam strategi pemasaran mereka tak menyebutkan secara khusus kemampuan mereka alias menerima semua order. Tak heran, mereka juga terlibat dalam beberapa proyek lain yang sebenarnya bukan kompetensi utamanya. Kekhususan kompetensi mereka bisa dilihat dari proyek yang dikerjakan. Sebagai contoh, Airmas Asri dan Indomegah Cipta Bangun Citra, keduanya diakui punya pengalaman dan kompetensi di bidang trade center, sedangkan Megatika International dan PTI Architecs di bidang apartemen. Adapun Atelier 6 Arsitek banyak mengerjakan proyek perkantoran milik pemerintah.
Sekadar diketahui, rata-rata nilai proyek yang ditangani oleh 10 perusahaan ini di atas Rp 50 miliar per proyek. Klien mereka biasanya pemain besar di bidang properti, misalnya Grup Agung Podomoro, Grup Lippo, Grup Matahari dan Grup Ciputra. Jasa konsultan arsitek yang ditawarkan tidak hanya penggambaran desain struktur bangunan dan denah ruang, tapi juga desain interior, eksterior dan lanskap.
Henry Kusnadi, pemilik PT Indomegah, menilai bahwa riset yang dilakukan BCI Asia cukup akurat. “Apa yang mereka ungkapkan benar. Memang itulah nama-nama perusahaan yang memimpin di pasar arsitek,”? ujarnya. Hanya saja, untuk nilai proyek perusahaannya, ia mengaku nilainya lebih besar daripada yang ada dalam daftar BCI Asia. Berapa nilai fee perusahaannya? Henry menolak menyebutkan angkanya.
Indomegah sendiri disebut-sebut BCI Asia sebagai pemain yang memiliki kinerja paling fantastis di antara 9 pemain yang lain. Sebab, hanya dalam tempo tiga tahun perusahaan ini mampu menyaingi pemain lain yang sudah berumur belasan tahun dan mapan di bidangnya. Jika dilihat dari daftar nilai proyek, posisinya berada di urutan keempat.
Didirikan pada 1998, Indomegah baru beroperasi pada 2001. Saat itu ia hanya memegang lima proyek. Setahun kemudian Indomegah dipercaya menangani 20 proyek. Pada 2003, kepercayaan itu terus meningkat menjadi 30 proyek. Jumlah ini tak berbeda jauh dari tahun 2004. Semua proyek itu tersebar di 24 kota dan sekitar 80% di antaranya merupakan pusat perbelanjaan. Diakui Henry, klien terbesar perusahaannya adalah Grup Lippo, kemudian Graha Mas (anak perusahaan Gapura Prima) di Bandung.
Pria berusia 38 tahun ini mengatakan, kunci keberhasilan Indomegah adalah kemampuannya melihat potensi komersial sebuah lokasi. “Ini yang disebut thinking business sense,”? ujar sarjana arsitek Universitas Parahyangan Bandung dan penyandang S-2 bidang manajemen konsulting dari Univeristas Tarumanagara Jakarta ini. Kemampuan itu dimiliki karena timnya didukung divisi riset dan pengembangan yang solid.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.