BI: Neraca Perdagangan Surplus

Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2020 tercatat surplus US$ 2,34 miliar, membaik dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya yaitu defisit US$ 0,64 miliar. Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan kinerja ekspor nonmigas yang membaik dan kinerja impor nonmigas yang menurun. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun didorong oleh berlanjutnya penurunan impor migas di tengah ekspor migas yang stabil.
Neraca perdagangan di sektor nonmigas Februari 2020 tercatat surplus sebesar US$ 3,27 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar US$ 0,53 miliar. Perkembangan tersebut ditopang oleh kinerja positif ekspor nonmigas beberapa komoditas antara lain batu bara, CPO, dan beberapa produk manufaktur.
Peningkatan surplus neraca perdagangan juga dipengaruhi impor nonmigas yang menurun, terutama untuk komoditas golongan mesin dan perlengkapan elektrik yang terganggu akibat tidak seimbangnya rantai suplai disebabkan COVID-19.
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas pada Februari 2020 membaik menjadi sebesar US$ 0,93 miliar, dari defisit US$ 1,17 miliar pada bulan sebelumnya. Penurunan defisit tersebut didukung berlanjutnya penurunan impor migas, terutama dalam bentuk hasil minyak dan gas, di tengah stabilnya ekspor migas ditopang oleh kinerja positif ekspor minyak mentah.
Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan pada Februari 2020 berkontribusi positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Ke depan, BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan.
Editor: Eva Martha Rahayu
www.swa.co.id