Trends

Nixon LP Napitupulu : BTN Siap Serap Tambahan Kuota FLPP

Nixon LP Napitupulu, Direktur Keuangan Bank BTN

Bila tahun ini target penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 102.500 unit, tahun depan targetnya akan dinaikan menjadi 157.500 unit.

Bila dirinci, dana tertinggi disalurkan oleh BTN (39.942 unit), BNI (13.003 unit), BRI Syariah (11.228 unit), BTN Syariah (6.591 unit) dan Bank BJB (4.491 unit). Melihat penambahan target dan pencapaian yang dicapai Bank BTN, menurut Direktur BTN Nixon LP Napitupulu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap menyerap tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Ia menambahkan, Bank BTN sangat mengharapkan adanya tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi baik melalui skema FLPP, subsidi selisih bunga (SSB) maupun skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). “Kami optimis permintaan KPR subsidi tahun 2021 akan lebih tinggi dibanding 2020,” kata Nixon.

Menurut Nixon, sudah sewajarnya kuota FLPP ditambah karena pertumbuhan di sektor perumahan akan mendorong naiknya pertumbuhan industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali.

Selain itu, melihat tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah FLPP membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) berencana menambah kuota penyaluran dana FLPP.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menambahkan, hingga 18/11 dana FLPP telah disalurkan sebanyak 102.665 unit senilai Rp10,52 triliun atau sebanyak 100,16% dari target yang ditetapkan pemerintah.

Sedangkan jika dilihat dari nilai rupiah yang ditugaskan kepada PPDPP untuk menyalurkannya, maka masih terserap sebesar 95,66%. Masih ada dana FLPP sebesar 4,34% dari Rp 11 triliun yang diamanatkan pemerintah kepada PPDPP. “Kami optimis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110.000-an unit atau sekitar 107.600 unit rumah,” kata Arief.

Hingga kuartal III/2020, BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 254,91 triliun. Dari angka tersebut, KPR masih mendominasi, yakni senilai Rp 196,51 triliun atau naik 1,39% year on year (yoy) dari Rp 193,8 triliun pada kuartal III/2019. Dari total penyaluran KPR, porsi KPR subsidi mencapai Rp 116,32 triliun atau lebih tinggi dibandingkan KPR non-subsidi yang sebesar Rp 80,18 triliun.


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved