Zinc Siap Tambah Penjualan Biji Besi 6 Bulan ke Depan

Hendra William, Direktur PT Kapuas Prima Coal (Kiri).

PT Kapuas Prima Coal (Zinc) menangkap peluang dari meningkatnya harga komoditas bijih besi yang saat ini berada di kisaran US$120 per ton (kadar Fe 62 %). Sebagaimana diketahui, emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (Galena) di Indonesia ini masih memiliki cadangan mineral bijih besi sebanyak 23 Juta ton yang belum dieksplorasi.

Zinc sempat melakukan eksplorasi bijih besi pada 2008-2014 namun dihentikan sementara karena harga komoditas bijih besi menurun drastis pada saat itu. “Kami siap menambah penjualan komoditas bijih besi untuk penjualan domestik dalam waktu enam bulan ke depan, dengan target rata-rata penjualan 30.000 ton per bulan,” kata Hendra William, Direktur PT Kapuas Prima Coal. Penambahana penjualan ini diharapkan dapat berdampak positof terhadap kinerja perusahaan.

Secara umum, seluruh harga komoditas logam dasar membaik sejak Juli 2020. Harga komoditas seng berada di kisaran US$2.721 per ton, sementara Timbal berada di kisaran US$1.951 per ton berdasarkan data London Metal Exchange (LME) pada 19 November 2020.

Membaiknya harga komoditas seng dan timbal, membuat perseroan mengeluarkan dana sebesar Rp20,3 miliar untuk pengembangan dan eksplorasi lahan tambang. Sementara itu, potensi sumber daya mineral yang dimiliki perseroan tercatat meningkat menjadi 23,33 Juta ton dari data sebelumnya sebesar 14,44 juta ton pada tahun 2018 per Agustus 2020.

“Kinerja keuangan hingga Kuartal III-2020 mencatatkan pendapatan sebesar Rp380,46 Miliar dan laba bersih sebesar Rp26,38 miliar,” kata dia menambahkan.

Koreksi kinerja yang yang terjadi dikarenakan adanya bencana banjir besar di Kalimantan Tengah pada Juli lalu. Hal tersebut mengakibatkan kemunduran jadwal pengapalan ke pembeli di bulan September ke Oktober 2020. Meskipun begitu, perseroan tetap melihat adanya permintaan yang sangat signifikan terhadap komoditas yang diproduksi.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang penuh ketidakpastian, kegiatan penambangan dan pengolahan masih berjalan normal hingga saat ini dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat sesuai anjuran pemerintah.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

# Tag