Top 5 Lokasi Kerumunan dengan Tingkat Kepatuhan 3M Kurang Dari 60%

Laporan Analisis Data Covid-19 yang disusun oleh Bidang Data dan IT Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 3 Januari 2021 mengungkapkan, selama satu pekan terakhir baru 78.79% yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker.
Dengan rincian terdapat 99 (19.96%) dari 496 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 60%; 118 (23.79%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan memakai masker 61%-75%; 191 (38.51%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan memakai masker 76%-90%; dan 88 (17.74%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan memakai masker >90%.
“Dari seluruh lokasi kerumunan yang dipantau dalam 7 hari terakhir, 28.7% restoran, 23.3% pemukiman, 15.1% tempat olahraga publik, 14.3% jalan umum, dan 10.4% tempat wisata termasuk ke dalam kategori kepatuhan memakai masker kurang dari 60%,” ujar Satgas Covid-19 dalam keterangan resmi, Rabu (06/12/2021).
Dalam laporan itu juga terungkap bahwa selama satu pekan terakhir tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan sebesar 77,52%. Rinciannya, terdapat 109 (21.98%) dari 496 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan kurang dari 60%; 147 (29,64%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak 61-75%; 173 (34,88%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak 76-90%, dan 67 (13,50%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak >90%.
Dari seluruh lokasi kerumunan yang dipantau dalam 7 hari terakhir,16.6% wilayah pemukiman, 16,2% restoran/kedai, 13,9% mall, 12.1% tempat olahraga publik, dan 11,9% tempat wisata termasuk ke dalam kategori kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan kurang dari 60%.
Data monitoring perubahan perilaku didapatkan berdasarkan laporan real-time para personil TNI, POLRI, dan duta perubahan perilaku menggunakan aplikasi perubahan perilaku yang tersambung dengan sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC): Satu Data Covid-19 Nasional.
Data dikirimkan secara real-time pada lokasi titik-titik kerumunan yang mencakup pasar, tempat wisata, jalan umum, tempat olahraga publik/RPTRA, rumah atau wilayah pemukiman, restoran/kedai, kantor, mall, stasiun, bandara, terminal, sekolah, dan lainnya.
Sementara itu, pada satu minggu terakhir terjadi kenaikan kasus sebesar 7,3% (48.435 vs 51.986). Pada pekan ini, terdapat 17 provinsi yang mengalami kenaikan kasus dan 17 provinsi yang mengalami penurunan kasus. Provinsi dengan kenaikan tertinggi terlihat di Jawa Barat naik 39,9% (5.642 vs 7.892), disusul DKI Jakarta naik 3,9% (12.815 vs 13.317, Jawa Tengah naik 7,3% (6.262 vs 6.719), Sulawesi Tengah naik 133,4% (293 vs 684), dan Sulawesi Selatan naik 8.8% (3.362 vs 3.657).
Angka kematian pada pekan ini mengalami kenaikan sebesar 0,3% (1.254 vs 1.258 kematian dalam 1 minggu). Jawa Timur menjadi provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi, dalam waktu 1 minggu naik 14,2% (373 vs 426), disusul dengan Kalimantan Utara naik 10x lipat (2 vs 22), DKI Jakarta naik 17,1% (117 vs 137), Sulawesi Tenggara naik >2x lipat (7 vs 22) , dan Lampung naik 85,7% (14 vs 26).
Angka kumulatif kesembuhan di level nasional pada pekan ini mengalami kenaikan jika dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 11,9% (38.955 menjadi 43,582 orang). Jumlah provinsi dengan angka kesembuhan >80% dan kasus aktif <20% ada 16 provinsi, yaitu: Gorontalo, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Riau, Sumatera Selatan, Papua Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, Maluku Utara dan Kepulauan Riau.
Editor : Eva Martha Rahayu
www.swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.