Lippo Telecom Perluas Jaringan di Jatim dan Jabotabek
Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti stasiun pemancar (BTS) di kedua wilayah itu dalam rangka memperluas layanan seluler. Dia mengakui, dana sebesar itu tetap belum mencukupi, namun setidaknya ini merupakan komitmen perusahaan untuk membangun. “Ini fase pertama, selangkah demi selangkah pendanaan harus ditingkatkan,” ujarnya.
Terlebih di wilayah Jabotabek. Ann menambahkan, pembangunan infrastruktur di wilayah ini pastinya akan memakan biaya yang sangat besar, sehingga Lippo Telecom masih membutuhkan tambahan investasi baru lagi di kemudian hari. Apalagi pembangunan BTS juga terkait dengan peraturan Otonomi Daerah dan juga harus mengacu pada tata kota masing-masing daerah.
Karena itu, sebagai anggota Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI), Lippo Telecom akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi operator dalam mengembangkan layanan.
Lippo Telecom merupakan perusahaan yang memiliki lisensi operasional jasa seluler dengan cakupan nasional, dan sudah mulai beroperasi sejak 2002. Namun, hingga saat ini Lippo Telecom baru memberi layanan secara komersial di wilayah Surabaya. Tahun 2004 lalu, Lippo Telecom juga memperoleh izin lisensi spektrum frekuensi yang memungkinkan perusahaan menyelengarakan layanan seluler generasi ke tiga (3G).
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.